WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat perang terbuka antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran hampir saja menyisakan cerita pilu bagi puluhan warga Depok.
Sebanyak 25 jamaah umrah asal Depok, Jawa Barat, dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat di tanah air pada Minggu (1/3/2026) malam, hanya empat jam sebelum Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, ditutup total.
Kepulangan rombongan ini bak sebuah mukjizat di tengah eskalasi konflik "Operasi Epic Fury" yang kini meluas ke wilayah Teluk.
Baca juga: Perang AS-Iran Meluas, Hizbullah Resmi Terlibat Langsung Gempur Israel, 3 Tentara AS Tewas
Rombongan yang diberangkatkan oleh biro perjalanan Safarah Ziarah Haramain Tour & Travel Depok tersebut tercatat sebagai salah satu maskapai terakhir yang diizinkan mengudara dari Jeddah menuju Indonesia.
Suasana Mencekam di Bandara Jeddah
Owner Safarah Ziarah Haramain Tour & Travel, Habib Idrus Al-Gadri, menceritakan suasana dramatis yang dialami rombongannya.
Menurut penuturannya, suasana bandara yang biasanya menjadi salah satu titik tersibuk di dunia itu berubah menjadi kota mati sesaat sebelum penerbangan ditutup.
"Suasana Bandara Internasional Jeddah sangat sepi saat itu. Kebetulan sekali, kita menggunakan pesawat Saudi terakhir semalam," ungkap Habib Idrus saat ditemui di Pancoran Mas, Senin (2/3/2026).
Keputusan untuk memulangkan jamaah tepat waktu terbukti sangat krusial.
Pasalnya, penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah terjadi secara mendadak menyusul serangan balasan Iran yang menyasar fasilitas strategis di kawasan Teluk.
"Semalam tiba di Indonesia, dan ternyata 4 jam kemudian Bandara Jeddah resmi ditutup total," sambungnya dengan nada syukur.
Berpacu dengan Waktu dan Konflik Regional
Ke-25 jamaah ini berangkat ke Arab Saudi pada 18 Februari 2026.
Selama 11 hari menjalankan ibadah umrah, mereka menyaksikan bagaimana situasi keamanan di kawasan tersebut berubah drastis dari tenang menjadi siaga satu.
Baca juga: Iran Bersumpah Balas Dendam, AS Sebut Serangan Demi Perubahan Rezim
Jika terjadi keterlambatan koordinasi sekecil apa pun, Habib Idrus meyakini rombongannya akan terjebak di zona konflik tanpa kepastian kepulangan, mengingat arus penerbangan internasional dari dan menuju Arab Saudi kini mengalami disrupsi parah.
"Kemungkinan kalau telat sedikit saja, kita tidak bisa pulang. Saya bersyukur semua jamaah dalam keadaan sehat dan selamat hingga tiba di Bandara Soekarno-Hatta," jelasnya.
Dampak Perang Terhadap Ibadah Umrah
Amblasnya stabilitas keamanan di Timur Tengah setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah memaksa ribuan jamaah dari berbagai negara mencari jalan keluar darurat.
Penutupan Bandara Jeddah merupakan imbas langsung dari ancaman rudal dan drone yang kini menghantui jalur pelayaran dan penerbangan di sekitar Laut Merah dan Selat Hormuz.
Bagi jamaah asal Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan besarnya dampak konflik global terhadap ibadah fisik di Tanah Suci.
Pemerintah melalui Kementerian Agama sendiri terus memantau posisi jamaah Indonesia lainnya yang mungkin masih berada di Arab Saudi untuk memastikan rencana kontingensi evakuasi jika situasi memburuk.