Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA -Kantor Kementrian Haji Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada 30 warga yang tengah melaksanakan ibadah umrah ditengah konflik Iran-Amerika-Israel yang kian memanas.
Namun tidak ada keterlambatan ataupun penundaan keberangkatan karena menggunakan penerbangan langsung.
Kepastian ini disampaikan Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh.
"Untuk warga Kabupaten Tasikmalaya yang ibadah umrah itu dari dua travel, semuanya aman dan lancar dan tidak ada yang tertahan karena menggunakan penerbangan langsung dan tidak transit," ungkap Iin Ufairoh dikonfirmasi TribunPriangan.com, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Kanwil Kemenhaj Jabar Tunggu Data Jumlah Jamaah Umrah yang Tertahan Imbas Konflik di Timur Tengah
Iin menjelaskan jumlah jamaah umrah yang sudah berangkat ke Mekkah cukup banyak dan tidak ada hambatan apapun karena menggunakan penerbangan langsung.
"Kebetulan yang di Kabupaten Tasikmalaya ada 12 orang dan 18 orang berasal dua travel El Foswa, dan Smart," kata Iin.
Ia menuturkan, sejauh ini tidak ada penundaan keberangkatan dan sudah menghubungi pihak travel semuanya lancar khususnya bagi jamaah yang umrah.
"Perjalanan tidak ada yang tertahan dan tertunda. Biasanya yang bermasalah itu transit dari abu Dhabi dan Dubai serta Kuwait," pungkasnya
Menurut Iin untuk minggu ini tidak ada laporan keberangkatan jamaah umrah karena sudah berangkat di minggu sebelumnya.
"Kalau minggu sekarang kayanya ga ada, ada juga tanggal 25 Maret dan kita hubungi juga aman semua yang berangkat dan tak ada perubahan jadwal," tuturnya.
Namun, pihaknya juga sudah menerima himbauan dari Wamen Haji terkait kondisi di timur tengah untuk jadwal umrah di bulan ramadan ini.
Baca juga: Festival Sarung Majalaya Kembali Digelar, Jadi Ajang Kreativitas dan Angkat UMKM Lokal
"Imbauan dari Wamen Haji sudah ada tapi belum berbentuk surat, hanya melalui website," tambahnya.
Adapun upaya yang dilakukan Kemenhaj daerah adalah berkoordinasi dengan masing-masing travel serta memberikan surat langsung dari Kanwil Jabar.
"Kalau kita yang pertama melakukan koordinasi kepada travel di Tasik dan bulan ini yang mau berangkat, langkah kedua memberikan surat tapi menunggu surat kanwil juga," katanya. (*)