Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Puluhan sektor pariwisata di Kabupaten Bener Meriah dipastikan lumpuh total menjelang masa libur Lebaran Idul Fitri 1447 H.
Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Bener Meriah pada November 2025.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah, Sukri Tomtars, Senin (2/3/2026) mengatakan untuk wilayah Bener Meriah ada sebanyak 23 objek wisata mengalami kerusakan berat.
Dampak kerusakan ini tentu mengakibatkan hilangnya potensi pendapatan ekonomi warga yang biasanya mencapai puncaknya pada musim mudik Lebaran.
"Berdasarkan pendataan kami ada Sekitar 23 objek wisata rusak, kondisinya sangat memprihatinkan," katanya.
Dikatakan puluhan wisata mengalami kerusakan berat, termasuk destinasi ikonik seperti wisata Sungai Tembolon, Samar Kilang, dan Wih Kulus.
Selain itu, kerusakan juga dilaporkan menimpa sektor agrowisata Kopi Gayo yang selama ini menjadi magnet utama wisatawan luar daerah, sehingga berdampak langsung pada pelaku usaha.
Apalagi momentum Idul Fitri tahun ini diprediksi akan menjadi periode sulit bagi pertumbuhan ekonomi Bener Meriah.
Hal ini akibat hilangnya pendapatan dari sektor pariwisata yang merupakan tulang punggung ekonomi warga.
"Beberapa yang kami pantau, fasilitas di lokasi-lokasi objek wisata itu tersapu bersih kini hanya menyisakan tumpukan material sisa bencana berupa kayu serta bebatuan besar," bebernya.
Menurut Sukri, pemulihan fisik seluruh objek wisata terdampak bencana tersebut memerlukan waktu yang cukup lama.
Meski tim dari Kementerian Pariwisata RI telah melakukan tinjauan lapangan ke beberapa titik, seperti wisata Pemandian Air Panas Weh Pesam dan Seladang Cafe pada akhir Januari lalu.
Saat ini, pemerintah daerah masih berfokus pada upaya pemulihan akses dan aspek keamanan lokasi mengingat sebagian besar destinasi berada di area rawan bencana seperti bantaran sungai dan kaki perbukitan.
Meskipun terdapat inisiatif masyarakat untuk membuka lokasi alternatif seperti Sungai Umah Besi, keterbatasan sarana dan prasarana dinilai belum mampu menampung lonjakan pengunjung.
"Intinya kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar sektor pariwisata di Bener Meriah bisa bangkit kembali, karena itu harapan ekonomi masyarakat," pungkasnya. (*)
Baca juga: Gunung Burni Telong di Bener Meriah Masih Bergeliat, Dua Hari Bisa 31 Kali Gempa Vulkanik Dalam
Baca juga: Harga Emas Murni di Bener Meriah Meroket, Cek Rinciannya Senin 2 Maret 2026
Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Waktu Shalat Aceh Tengah dan Bener Meriah Hari Ini 2 Maret 2026