TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Menjelang Hari Raya Idulfitri, peredaran uang palsu kembali meresahkan warga dan pedagang di Kota Jambi.
Para pedagang mengeluhkan semakin maraknya transaksi menggunakan uang palsu, terutama di bulan puasa ketika aktivitas jual beli meningkat.
Salah satu pedagang yang menjadi korban adalah Lia, pemilik toko sembako dan manisan di Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.
Lia mengatakan tokonya yang beroperasi selama 24 jam sudah berulang kali menerima uang palsu dari pembeli.
Ia menyebut, peredaran uang palsu semakin sering ditemui menjelang Lebaran seperti saat ini.
“Biasanya kalau terima uang palsu saya sobek saja uang palsu itu. Tapi sekarang saya sudah geram. Saya sudah rugi banyak, dan akan saya laporkan ke polisi,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, transaksi uang palsu biasanya terjadi ketika pedagang dalam kondisi lengah, baik mengantuk pada dini hari maupun saat toko sedang ramai pembeli.
“Belum lagi toko kakak saya dan adik saya di Talang Banjar, Kasang, Thehok, Kota Baru, dan Persijam, mereka juga jadi korban,” ungkapnya.
Lia berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku karena aksi tersebut sangat merugikan pedagang.(Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: Tips Terhindari dari Peredaran Uang Palsu dari Polda Jambi
Baca juga: Pemkab Tanjab Barat Salurkan Bantuan pada Safari Ramadan di Merlung