YPMAK Gunakan Dana Kemitraan Freeport untuk Dorong 20 UMKM Mimika Melek Usaha Modern
Marius Frisson Yewun March 02, 2026 06:27 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar Financial Literacy Program (FLP) bagi puluhan pelaku UMKM kios kelontong binaan YPMAK, dalam rangka pembinaan dan pembekalan peserta UMKM Batch II.

Kegiatan pembinaan dilaksanakan di Aula Gedung MPCC, Jalan Cenderawasih, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin, (2/3/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut staf dan Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup, Branch Manager BTN Timika Didit Darmono, Direktur CV Amugsang Gemilang Berjaya Teopilus Karubuy, serta para peserta UMKM binaan YPMAK.

Pelatihan ini merupakan kegiatan kedua yang diperuntukkan bagi seluruh penerima manfaat program UMKM.

Baca juga: Polisi Ungkap Aktor Penembakan Hercules di Yahukimo, Identitas Meno Kogoya Teridentifikasi

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam pengelolaan usaha berbasis sistem modern, termasuk penggunaan sistem pembayaran digital melalui pemindai (scan), pencatatan penjualan dan pembelian, serta pelaporan keluar masuk barang secara tertib dan terstruktur.

“Memang banyak orangtua, bapak mama sebagai penerima manfaat yang perlu pendampingan. Karena itu kami menggandeng mitra seperti STIE Jambatan Bulan, BTN, dan CV Amugsang Gemilang Berjaya untuk berkolaborasi dalam program ini agar mereka benar-benar didampingi,” ujar Oktovianus Jangkup.

Selain itu, YPMAK juga menyiapkan tenaga pendamping dari mahasiswa STIE Jambatan Bulan yang akan melakukan pendampingan selama tiga hingga empat bulan di kios-kios yang telah beroperasi.

Oktovianus mengatakan selama beberapa bulan berjalan, sejumlah UMKM telah beroperasi dan memiliki berbagai pengalaman, baik tantangan maupun keuntungan. 

Baca juga: VIRAL Dugaan Pungli Wisuda, Universitas Cenderawasih Bakal Tempuh Jalur Hukum

Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM yang sudah berjalan diharapkan dapat berbagi pengalaman kepada peserta baru agar dapat menjalankan usahanya dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat YPMAK akan melakukan penyerahan kunci kepada seluruh kelompok UMKM agar dapat segera beroperasi.

“Sebelumnya kami sudah menyerahkan kunci kepada sekitar 12 UMKM dan sudah beroperasi. Dari total 20 unit yang dibangun, sisanya akan kami serahkan dalam satu dua hari ke depan setelah pelatihan ini, sehingga minggu depan seluruhnya sudah bisa beroperasi,” jelasnya.

Untuk UMKM yang baru menerima kunci, akan dilakukan penyesuaian serta pendampingan teknis, khususnya dalam penggunaan alat pemindai pembayaran dan manajemen usaha. 

Baca juga: TNI-Polri Pukul Mundur KKB di Markas Nabire, 561 Amunisi dan Puluhan Juta Diamankan

Dalam pelatihan tersebut, sekitar 10 UMKM yang telah berjalan dan 10 UMKM baru mengikuti kegiatan secara bersama-sama guna berbagi pengalaman.

Terkait pendampingan, Oktovianus menyebutkan bahwa sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS), masa pendampingan berlangsung selama satu tahun. Namun, apabila setelah masa tersebut masih diperlukan pendampingan, maka akan dilanjutkan agar pelaku UMKM tidak dibiarkan berjalan sendiri.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.