MUI Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS–Israel ke Iran
Joanita Ary March 02, 2026 06:32 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Seruan tersebut disampaikan MUI sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai berpotensi memperburuk stabilitas global sekaligus mengancam prinsip-prinsip hukum internasional.

Dalam pernyataannya, MUI mempertanyakan peran sentral Amerika Serikat dalam lembaga tersebut, khususnya dalam upaya penyelesaian konflik Palestina.

Menurut MUI, keterlibatan Washington justru memunculkan keraguan mengenai tujuan utama Board of Peace, apakah benar untuk menciptakan perdamaian yang adil atau sekadar memperkuat struktur keamanan global yang tidak seimbang dan mengesampingkan kemerdekaan Palestina.

Serangan yang terjadi pada akhir Februari itu dilaporkan memicu sejumlah ledakan di ibu kota Iran, Teheran, serta beberapa kota lainnya.

Media lokal Iran yang dikutip Al Jazeera menyebutkan serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas strategis, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang selama ini telah berada dalam ketegangan tinggi.

MUI mengecam keras operasi militer tersebut dan menilai langkah itu sebagai bentuk kegagalan diplomasi internasional.

Organisasi keagamaan tersebut menyatakan Board of Peace tidak mampu menjalankan mandatnya untuk menciptakan perdamaian yang autentik dan berkeadilan.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai serangan tersebut menunjukkan kepemimpinan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump justru melemahkan upaya perdamaian global.

Ia berpendapat bahwa tindakan militer tersebut memperlihatkan hilangnya kredibilitas moral, politik, dan hukum dari lembaga yang seharusnya menjadi ruang dialog internasional.

“Mekanisme perdamaian tidak dapat dibangun melalui kekuatan militer,” ujar Sudarnoto, seraya menambahkan bahwa lembaga internasional yang gagal mencegah perang akan kehilangan legitimasi di mata masyarakat dunia.

Selain mendesak pemerintah Indonesia mengevaluasi keanggotaannya dalam Board of Peace, MUI juga menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan konflik serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.

Menurut MUI, perang tidak hanya berdampak pada negara yang terlibat langsung, tetapi juga membawa konsekuensi ekonomi, kemanusiaan, dan keamanan global.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran komunitas internasional terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Ketegangan antara Iran, Israel, dan sekutu masing-masing dinilai berpotensi memicu ketidakstabilan energi global, gelombang krisis kemanusiaan baru, serta meningkatnya polarisasi geopolitik dunia.

Di Indonesia sendiri, isu konflik Timur Tengah memiliki sensitivitas tinggi karena berkaitan erat dengan solidaritas terhadap Palestina serta posisi diplomasi luar negeri Indonesia yang secara konsisten mendukung solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina.

Desakan MUI ini berpotensi memicu diskusi lebih luas mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia, terutama dalam menyeimbangkan komitmen diplomasi perdamaian dengan dinamika politik global yang semakin kompleks.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.