Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kawasan Desa Alue Udeng, Kecamatan Peusangan, Bireuen sempat dilanda banjir luapan air sungai, Minggu (1/3/2026) malam.
Banjir luapan terjadi setelah hujan deras mengguyur Bireuen, termasuk kawasan tersebut selama dua jam lebih.
Mencegah kejadian berulang, Pemkab Bireuen diharapkan dapat membantu normalisasi alur sungai yang
telah dangkal dampak bencana hydro meteorologi.
Informasi diperoleh Serambinews.com, sebelum bencana alam itu terjadi, Gampong Alue Udeng yang berada di kawasan perbukitan itu dilanda hujan deras selama dua jam.
Tingginya curah hujan membuat alur sungai kondisi sudah dangkal karena dampak banjir bandang terjadi
akhir November 2025, tidak mampu untuk menampung air melimpah, sehingga meluap ke pemukiman setempat.
Selain ke pemukiman warga, badan jalan desa juga sempat tergenang.
Sekitar dua jam kemudian, banjir luapan surut.
Deka (37) warga Dusun Alue Nie mengatakan banjir luapan selain merendam jalan juga masuk rumahnya dengan ketinggian air 40 cm, juga ke rumah Azwani (53) sekitar 20 cm.
"Banjir terjadi karena hujan deras selama 2 jam, sekarang air sudah surut dan yang cukup ngeri banyak lumpur di jalan, apalagi di depan meunasah," jelas Deka, Senin (2/3/2026).
Harapan dari masyarakat berharap Pemkab Bireuen untuk membantu alat berat guna normalisasi alur sungai yang sudah sangat dangkal karena bencana hydro meteorologi November 2025 lalu, ungkap Deka.(*)
Baca juga: Tgk Burhanuddin: Di Tengah Lumpur, Doa Jadi Kekuatan Penyintas Banjir Aceh