Laporan Wartawan Tribungayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah
Tribungayo.com, Takengon – Memasuki bulan keempat pascabanjir bandang yang melanda kawasan Danau Lut Tawar, tumpukan material kayu dan batang pohon masih terlihat menutupi sebagian wilayah Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.
Kayu gelondongan yang sebelumnya terbawa arus banjir kini mulai dimanfaatkan warga pasca terjadinya bencana.
Sejumlah masyarakat terlihat memotong dan mengumpulkan kayu untuk dijadikan kayu bakar, sementara sebagian lainnya mulai merakitnya menjadi perahu sederhana untuk kebutuhan nelayan di Danau Lut Tawar.
Pantauan Tribungayo,com, Senin (2/3/2026) di lokasi hamparan batang kayu masih memenuhi tepian danau dengan latar pegunungan hijau yang mengelilingi kawasan tersebut.
Meski sebagian material telah dibersihkan yang menutupi jalan utama, jumlahnya masih cukup banyak dan tersebar di sejumlah titik.
Salah seorang warga Toweren Iwan menyebutkan, sejak beberapa pekan terakhir masyarakat mulai memanfaatkan kayu-kayu tersebut agar tidak terbuang sia-sia.
“Daripada dibiarkan menumpuk, kami pakai untuk kayu bakar. Ada juga yang memahat untuk bahan perahu nelayan,” ujarnya kepada Tribungayo Senin (2/3/2026).
Menurut warga, kondisi ini menjadi alternatif pemanfaatan material sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.
Selain membantu kebutuhan rumah tangga, kayu-kayu tersebut juga diharapkan bisa menunjang aktivitas ekonomi nelayan yang sempat terganggu pascabencana.
Meski demikian, warga berharap proses pembersihan material sisa banjir tetap dilanjutkan agar kawasan danau kembali tertata dan aman, terutama material yang telah menutupi persawahan warga.
Hingga kini, jejak bencana masih terlihat jelas di kawasan Toweren.
Tumpukan kayu yang mengering di bawah terik matahari menjadi pengingat kuat besarnya dampak banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu.(*)
Baca juga: LSM Penjara Minta Polisi Usut Dana Desa Kayu Mbelin Aceh Tenggara