TRIBUN-MEDAN.com - Seorang siswa SMP M (13) akhiri hidup di rumah neneknya. Ia mengakhiri hidup di kamar.
Sang nenek terkejut melihat tubuh cucunya sudah tergantung di dalam kamar di Dukuh Wuluh Tengah, Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Minggu (1/3/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya karena tak kunjung keluar kamar menjelang waktu Magrib.
Namun, betapa terkejut saksi melihat korban telah terlilit kain di bagian leher.
Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, mengatakan pihak kepolisian menerima informasi dari perangkat desa, kemudian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
"Benar, kami menerima laporan adanya seorang anak yang ditemukan dalam kondisi akhiri hidup di kamar rumah neneknya. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan barang bukti," ujarnya kepada Tribunjateng, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Rico Waas Ikuti Rakor Lintas Sektoral Idulfitri 1447 H Bareng Sejumlah Menteri
Baca juga: INI Daftar Tokoh yang Bakal Gantikan Posisi Khamenei yang Gugur, Anak dan Cucu Khamenei Berpotensi
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 12.30 WIB korban datang ke rumah neneknya yang berjarak kurang lebih 300 meter dari rumah orang tuanya. Saat itu, di rumah terdapat kakak dan nenek korban.
Korban kemudian masuk ke kamar depan untuk beristirahat. Namun hingga sekitar pukul 18.05 WIB, korban belum juga bangun.
Salah satu saksi berinisiatif membangunkan, tetapi pintu kamar dalam keadaan tertutup dan tidak ada respons dari dalam.
"Setelah berusaha membuka pintu, saksi mendapati korban dalam posisi akhiri hidup menggunakan kain sarung," imbuhnya.
Saksi kemudian berteriak, meminta pertolongan warga. Bersama beberapa orang yang datang membantu, kain sarung yang melilit korban dipotong dan korban diturunkan, lalu dibaringkan di atas kasur kamar.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
"Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua potong sarung motif kotak-kotak warna cokelat, satu kaus oblong warna abu-abu, dan satu celana pendek warna hitam," ujarnya.
AKP Turkhan menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
"Kami masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan para saksi serta melakukan pemeriksaan lanjutan. Semua masih dalam proses penyelidikan," tegasnya.
Baca juga: Gubsu Bobby Tinggalkan Rapat Virtual dengan Menteri, Kecewa Alokasi Dana Bencana Sumut hanya 2,11 T
(*/tribun-medan.com)