Situasi Genting! AS Diduga Angkut Tentara di Dubai, Inggris Siapkan Evakuasi Besar 300 Ribu Warganya
Ansari Hasyim March 02, 2026 06:35 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Situasi keamanan di Timur Tengah kian memanas.

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, beredar luas video yang memperlihatkan helikopter militer Amerika Serikat hilir-mudik di Dubai, Uni Emirat Arab.

Dalam rekaman yang viral di sejumlah kanal Telegram, terlihat helikopter angkut berat jenis Chinook terbang rendah dil langit di Dubai.

Diduga kuat, beberapa helikopter tersebut tampaknya mengemban misi mengevakuasi tentara dan peralatan militer Amerika di kawasan itu.

Helikopter yang tampaknya tipe Boeing CH-47 Chinook biasa digunakan untuk mengangkut personel dan logistik dalam jumlah besar.

Belum ada keterangan resmi dari Pentagon mengenai beredarnya vidoe tersebut.

Namun, langkah ini memicu spekulasi bahwa Washington tengah melakukan reposisi pasukan di kawasan Teluk sebagai langkah antisipatif menghadapi eskalasi konflik.

Inggris Siapkan Skema Evakuasi Besar-besaran

Sementara itu, pemerintah Britania Raya bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan sistem pendukung untuk membantu evakuasi warga Inggris dari kawasan Timur Tengah.

Menurut Cooper, sekitar 300.000 warga Inggris telah mendaftarkan keberadaan mereka di wilayah tersebut.

Pemerintah kini tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk bekerja sama dengan industri perjalanan serta menyiapkan skema evakuasi pemerintah jika diperlukan.

“Kami sedang mempertimbangkan berbagai pilihan, terutama dengan industri perjalanan dan evakuasi pemerintah jika perlu,” kata Cooper kepada Sky News.

Pemerintah Inggris juga mendorong agar wilayah udara di kawasan tersebut segera dibuka kembali serta mengirimkan tim penempatan cepat untuk berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas setempat.

China Serukan Gencatan Senjata, Satu Warganya Tewas

Di sisi lain, pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam setelah satu warganya dilaporkan tewas di Teheran, Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa penghentian operasi militer menjadi prioritas utama.

“Tugas yang paling mendesak adalah penghentian operasi militer dan mencegah meluasnya konflik,” ujarnya, seraya menyerukan penyelesaian melalui dialog dan negosiasi diplomatik.

Kedutaan AS di Bahrain Keluarkan Peringatan Teror

Ketegangan juga terasa di Bahrain.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di negara tersebut mengeluarkan peringatan keamanan terkait potensi ancaman teror terhadap warga AS.

Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar AS di Bahrain menyebut bahwa kelompok teroris dan pihak yang terinspirasi oleh organisasi tersebut berpotensi menyerang warga AS di luar negeri.

Warga Amerika diminta menghindari hotel-hotel di ibu kota Manama, yang disebut bisa menjadi sasaran empuk.

“Kelompok teroris terus merencanakan kemungkinan serangan di Bahrain. Teroris mungkin menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Dengan meningkatnya aktivitas militer dan peringatan keamanan dari berbagai negara, kawasan Timur Tengah kini berada dalam fase ketidakpastian tinggi, sementara dunia internasional mendesak agar jalur diplomasi segera diutamakan sebelum situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.