Pastikan Kebutuhan Terpenuhi, Jajaran Pemkab Bangka Tengah Tinjau Rumah Terbakar di Desa Lubuk Besar
Ajie Gusti Prabowo March 02, 2026 08:37 PM

LUBUK BESAR, BABEL NEWS - Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman didampingi Wakil Bupati Efrianda menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga Desa Lubuk Besar, yang rumahnya hampir rata dengan tanah usai mengalami kebakaran pada Minggu (1/3). Penyerahan bantuan itu dilakukan saat Algafry Rahman dan Efrianda meninjau secara langsung kediaman milik Amir yang beralamat di RT 01, Desa Lubuk Besar, Senin (2/3).

Usai berkeliling melihat sisa-sisa bangunan yang tersisa, Algafry Rahman ataupun Efrianda nampak memberikan dukungan moril serta motivasi kepada Amir bersama keluarganya. Ia menyampaikan, kedatangannya bersama rombongan merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah bagi warganya yang sedang mengalami musibah.

"Pertama kita atas nama pemerintah daerah turut berduka ya dengan kejadian kemarin sore. Hari ini kita juga ingin memastikan langsung melihat kondisi yang ada dan bisa segera mencari solusi yang terbaik," ujar Algafry Rahman.

Pihaknya memastikan seluruh kebutuhan Amir sekeluarga bisa terpenuhi, termasuk agar dua anaknya bisa tetap bersekolah meski seragam atau buku-buku mereka ikut ludes dilalap api. "Kami ingin memastikan denyut kehidupan mereka tetap bisa seperti semula, terutama anak-anak beliau saya minta tetap sekolah. Untuk itu tadi ada bantuan dari Baznas berupa baju-baju, kemudian bantuan yang lain juga ada," jelasnya.

Diakuinya, pemerintah daerah bakal melibatkan berbagai pihak lain agar penanganan pasca-musibah bisa dilakukan lebih cepat. "Ya mudah-mudahan nanti bisa terselesaikan. Saya hanya berharap kedua orang tua tadi tetap semangat, anak-anak beliau tetap sekolah. Hal-hal yang lain yang bisa kita dorong, kita bantu nanti Insya Allah kita bantu," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak tiga unit sepeda motor ikut terbakar saat si jago merah menghanguskan sebuah rumah di Desa Lubuk Besar, RT 01, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah pada Minggu (1/3) sore.

Kapolsek Lubuk Besar, Ipda Dasa Agustian menyampaikan, selain sepeda motor, barang-barang yang berada di dalam rumah milik Amir (45) seperti TV, kasur, lemari baju dan perabotan lain juga ikut terbakar.

"Barang-barang yang berada di dalam rumah yang ikut terbakar yaitu tiga unit motor, pakaian, TV, Kulkas,  kompor gas. Kemudian kasur, perabotan, lemari serta uang tunai Rp3 juta," ujar Dasa Agustian.

Menurutnya, akibat dari kejadian kebakaran ini korban mengalami kerugian materil sekitar Rp120 juta. "Penyebab kebakaran kemungkinan besar terjadi akibat korsleting arus listrik yang berada dari bagian dapur dan menjalar ke seluruh rumah," tambahnya.

Terlihat juga struktur rumah yang terbuat dari papan kayu membuat si jago merah cepat menjalar ke setiap sisi rumah. Dalam sekejap hampir seluruh bagunan hangus tak bersisa, menjadi abu hingga hampir rata dengan tanah.

Kepala Desa (Kades) Lubuk Besar, Superi Jahuda membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayahnya. Menurut Superi, dari keterangan warga sekitar peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Dusun Simpang, RT 01, Desa Lubuk Besar. "Iya benar. Sekitar 5 sore tadi.  Kejadian di Dusun Simpang, RT 01, Desa Lubuk Besar," ujarnya. (w4)

Terpaksa Mengungsi ke Tempat Tetangga
TANGIS Lina (41) pecah saat mengisahkan detik-detik dirinya mengetahui rumah pribadinya hangus hampir tak tersisa dilahap si jago merah pada Minggu (1/3). Besarnya kobaran api membuat bangunan yang berlamat di Desa Lubuk Besar, RT 01, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah itu hampir rata dengan tanah.

Puing-puing kayu berwarna hitam nampak berserakan, seakan menjadi saksi bisu dari insiden dramatis tersebut. Tiga rangka sepeda motor, juga terlihat di bagian dalam rumah, bersama sisa-sisa perabot lainnya.

Lina menyebutkan, ketika peristiwa itu terjadi ia masih berada di lapak penjual kue tempatnya sehari-hari bekerja. Sementara sang suami Amir, juga sedang berada di luar untuk mengurus kebun. 

"Kemarin sekitar jam 5 atau setengah 5 sore lah. Waktu itu kan banyak yang berbelanja kue, saya bekerja seperti biasa. Setelah itu ada yang bilang, rumah saya terbakar," ujar Lina, Senin (2/3).

Mendapatkan informasi itu, ia langsung bergegas kembali ke rumah untuk memastikan kebenaran kabar tersebut. "Setelah saya pulang, tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Api sudah besar, sudah mau ambruk lah istilahnya," sebutnya.

Menurutnya, selain perabotan rumah tangga, sejumlah dokumen miliknya seperti sertifikat rumah, ijazah anak serta kartu identitas ikut habis terbakar. "Motor tiga, mesin air, kulkas. Surat-surat habis semua, karena memang tidak pernah dibawa ke mana-mana," ujarnya.

Akibat dari musibah ini, Lina mengaku sementara waktu terpaksa harus mengungsi di kediaman salah satu warga sekitar sebagai tempat tinggal sementara. "Sementara (tinggal, red) di rumah Mas Latif. Dia lah tetangga, dia lah saudara yang menolong kami," tuturnya. (w4)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.