Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Awal tahun 2026, Ekspor Maluku mencapai US$ 5,22 juta berasal dari komoditas non migas.
Komoditas non migas pada Januari 2026 itu berasal dari kelompok ikan dan udang berupa ikan kerapu, ikan laut hidup, ikan hias hidup selain ikan air tawar dan udang beku.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Martije Pattiwaillapia, menyebutkan nilai ekspor Januari 2026 turun sekitar 66,92 persen dibandingkan nilai ekspor Maluku Desember 2025 (US$ 15,76 juta yang berasal dari komoditas migas (bahan bakar) dan nonmigas (kelompok ikan dan udang serta lainnya).
Pada periode Januari 2026, secara keseluruhan ekspor Maluku mengalami peningkatan sekitar 9,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 (US$ 4,77 juta).
“Ekspor Maluku Januari 2026 senilai US$ 5,22 juta berasal dari kelompok ikan dan udang berupa tuna, kerapu, ikan laut dan kepiting (live crab ). Sementara itu, ekspor Maluku Januari 2025 senilai US$ 4,76 juta juga berasal dari kelompok ikan dan udang,” ungkap Pattiwaillapia.
Ekspor Maluku Januari 2026 hanya menuju negara kawasan Asia lainnya senilai US$ 5,22 juta yaitu ke negara Hongkong senilai US$ 0,25 juta dan ke Tiongkok senilai US$ 4,96.
Untuk daerah Hongkong mengalami penurunan
sebesar 81,41 persen atau sebesar US$ 1,36 juta dan Tiongkok yang mengalami peningkatan sebesar 45,46 persen atau sebesar US$ 3,41 juta.
“Pada periode ini, ekspor Maluku tidak merambah ke negara anggota ASEAN maupun luar kawasan Asia, sama dengan bulan sebelumnya. Sepanjang Januari 2026 ini, negara tujuan ekspor didominasi oleh Tiongkok dengan andil sekitar 95,17 persen dari total ekspor Maluku,” sambungnya.
Baca juga: Bupati Malteng Safari Ramadan di Negeri Sepa, 200 Warga Terima Bantuan
Baca juga: Markaz Kafe: Tempat Kumpul Anak Muda dan Keluarga di Kota Ambon
Dibandingkan bulan sebelumnya, nilai ekspor Maluku mengalami penurunan sekitar 66,92 persen. Penurunan terjadi pada nilai ekspor ke negara Hongkong sebesar 3,67 persen atau US$ 0,26 juta pada Desember 2025. Penurunan juga terjadi pada nilai ekspor ke negara Tiongkok sebesar 67,98 persen atau senilai US$ 15,50 juta pada Desember 2025.
Ekspor menurut pelabuhan muat hanya terjadi di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.
Jika dibandingkan Desember 2025, terjadi penurunan
nilai ekspor mencapai 66,92 persen.
Penurunan nilai ekspor terjadi melalui Pelabuhan Bula
sebesar 100,00 persen dan Pelabuhan Yos Sudarso sebesar 10,05 persen.
Sementara dibandingkan Januari 2025, nilai ekspor Maluku terjadi peningkatan sebesar 9,39 persen pada Januari 2026. Terjadi peningkatan sebesar 13,83 persen melalui di Pelabuhan Yos Sudarso dan penurunan sebesar 100,00 persen melalui Pelabuhan Tual.
Volume ekspor Maluku pada Januari 2026,
dengan nilai total mencapai 1,11 ribu ton.
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, nilai
ekspor mengalami penurunan sebesar 96,70 persen.
Penurunan dipengaruhi oleh tidak adanya ekspor bahan bakar mineral pada bulan Januari 2026.
Kelompok ikan dan udang juga mengalami penurunan sebesar 6,93 persen atau 1,19 ton pada Desember 2025.
Bila dibandingkan antara Januari 2026 dengan Januari 2025, volume ekspor mengalami peningkatan sebesar 37,90 persen. Peningkatan terjadi pada kelompok ikan dan udang dimana kelompok ini memberikan andil penuh pada periode ini.
Selain ekspor melalui pelabuhan di Maluku, ekspor komoditi asal Maluku juga dilakukan melalui pelabuhan di luar Maluku.
Pada Januari 2026, ekspor komoditi asal Maluku melalui pelabuhan di luar Maluku mencapai US$ 0,95 juta.
Kelompok ikan dan udang memberikan andil sebesar 84,89 persen atau senilai US$ 0,81 juta.
Selanjutnya, kelompok rumput laut juga berperan terhadap ekspor luar Maluku sebesar 7,35 persen dan sisanya berasal dari kelompok lak, getah, damar dan perhiasan/permata.
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, nilai ekspor luar Maluku mengalami penurunan sebesar 66,30 persen atau senilai US$ 2,83 juta pada Desember 2025.
Kelompok kopi, teh dan rempah turun sebesar 100,00 persen dan kelompok perhiasan/permata turun sebesar 98,54 persen.
Sedangkan, yang mengalami peningkatan hanya kelompok lak, getah dan damar sebesar 33,45 persen.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ekspor komoditi asal Maluku yang diekspor melalui pelabuhan luar Maluku juga mengalami penurunan.
Penurunan dialami oleh kelompok ikan dan udang sebesar 29,50 persen, kelompok rumput laut sebesar 74,00 persen dan kelompok lainnya sebesar 99,93 persen.
Secara keseluruhan, ekspor asal Maluku diluar
pelabuhan Maluku mengalami penurunan sekitar 35,70 persen atau senilai US$ 1,49 juta pada Januari 2025.
Pada Januari 2026, terdapat 3 pelabuhan di luar Maluku yang menjadi pelabuhan ekspor komoditi asal Maluku, yakni Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Bandara Soekarno Hatta di Banten dan Bandara Ngurah Rai di Bali.
Ekspor komoditi asal Maluku jika dibandingkan dengan Desember 2025, terjadi penurunan sebesar 66,3 persen atau dari US$ 2,83 juta menjadi US$ 0,95 juta pada Januari 2026. (*)