TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Anggota Komisi II DPRD Kaltara, Adinata Kusuma mengungkap fenomena miris terkait produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Ia mengaku terkejut menemukan produk asli Tarakan justru lebih mudah ditemukan di Bali daripada di daerah asalnya sendiri.
"Jujur, saya pribadi justru bertemu banyak produk UMKM asli Tarakan saat di Bali. Tapi di Kaltara sendiri malah tidak dipasarkan," ujar Adinata Kusuma, Senin (2/3/2026).
Sebagai anggota DPRD Kaltara, ia mendesak OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait memberikan bimbingan intensif hingga akar rumput, bukan sekadar bantuan formalitas kepada para pelaku UMKM di Kaltara.
Selain itu ia juga meminta agar produk lokal dipasarkan secara masif di daerah sendiri agar masyarakat Kaltara bisa menjadi agen promosi saat ke luar daerah.
"jadi ini masalah klasik sebenarnya yang harus di didorong," ungkapnya.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kaltara Muhammad Nasir Tekankan Pejabat Baru Harus Tingkatkan Pelayanan Publik
Adinata turut menyoroti permasalahan permodalan bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kaltara.
"Berdasarkan diskusi saya dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), pelaku usaha ini masih terbentur masalah legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akses permodalan. Jadi ini juga menjadi atensi," sebutnya.
Politisi Golkar ini berharap agar Raperda Perlindungan Koperasi dan UMKM selesai tahun ini untuk memberi kemudahan nyata bagi pengusaha lokal.
"Perlu dipasarkan secara masif di daerah kita dulu. Supaya kalau kita keluar daerah, kita tahu apa yang harus dipromosikan, bahwa Tarakan punya produk unggulan ini," tutupnya.
(adv)
Penulis : Desi Kartika Ayu