BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Kinerja pengelolaan sampah yang dilakukan Kabupaten Tabalong baru saja mendapatkan penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI.
Penghargaan yang didapatkan Tabalong berupa Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih, dengan kinerja pengelolaan sampah masuk dalam peringkat 12 besar nasional dan terbaik se Kalsel.
Penghargaan ini cukup bergengsi karena hanya didapatkan 38 kabupaten/kota se Indonesia, dengan nilai yang didapatkan Kabupaten Tabalong 68,3.
Bupati Tabalong HM Noor Rifani sangat mengapresiasi atas diraihnya penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI ini.
Bahkan ia optimistis bisa lebih meningkatkan lagi penilaian yang didapat hingga akhirnya bisa menjadi salah satu Kabupaten Bersih di Indonesia.
"Penilaian tahun ini berbeda dengan sebelumnya, oleh karena itu tahun ini tidak ada yang mendapat Adipura," kata H Fani, Sabtu (28/2/2026) usai apel peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Tabalong.
Meski begitu, diakui H Fani, tahun ini menjadi luar biasa bagi mereka, karena hanya 38 kabupaten kota saja yang mendapatkan penghargaan kabupaten atau kota menuju kabupaten atau kota bersih, termasuk salah satunya Tabalong.
Dalam penilaian ini Kabupaten Tabalong mendapatkan nilai 68,3 dan berada di posisi 12 secara nasional, terbaik pertama untuk di Provinsi Kalsel.
"Melihat penilaian ini, jarak dengan peringkat satu tidak terlalu jauh, oleh karena itu kami sangat optimis bisa meningkatkan lagi penilaian yang akan datang," ucap H Fani.
Keyakinannya itu dikarenakan saat ini sudah berjalan berbagai program yang dilakukan dalam hal pengelolaan sampah dan juga disiapkan langkah-langkah strategis lainnya.
"Langkah strategis yang dilakukan adalah penanganan sampah bukan hanya hilir saja tetapi dari hulu," jelasnya.
Untuk itu, ada beberapa program yang dilakukan, di antaranya dengan melibatkan seluruh sekolah dari tingkat SD sampai SMA, baik yang di bawah kewenangan dinas pendidikan maupun kemenag.
Semuanya akan berkolaborasi diperkuat dengan adanya surat edaran terkait pemilahan sampah yang harus dilakukan setiap hari selama 10-15 menit di tiap sekolah.
Program lainnya yang telah dilakukan adanya kerjasama Pemkab Tabalong dengan dunia usaha terkait pengelolaan dan pemanfaatan sampah.
"Tentunya ASN sendiri dan lingkungan kerjanya sesuai arahan dari Presiden, kita sudah ada mengeluarkan surat edaran untuk lakukan kebersihan di setiap Selasa dan Jumat, 10 sampai 15 menit," bebernya.
Selain itu, ke depan ditargetkan seluruh desa di Kabupaten Tabalong akan ada terbentuk Bank Sampah, agar sampah rumah tangga bisa dipilah atau diatasi di tiap desa.
"Dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan ini saya yakin Tabalong akan meningkat lagi nilainya," kata H Fani.
Diketahui, konvoi petugas kebersihan mengarak penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih, menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Tabalong, Sabtu (28/2/2026).
Rute yang ditempuh dengan titik awal di Pendopo Bersinar menuju ke dalam kota Tanjung, melintasi Tugu Obor Mabuun dan balik lagi ke Pendopo Bersinar.
Mengendarai beberapa armada kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong, iring-iringan konvoi penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih, juga dikawal mobil satlantas.
Rombongan konvoi petugas kebersihan ini dilepas langsung Bupati Tabalong HM Noor Rifani didampingi Sekda Tabalong, unsur forkopimda dan pejabat lainnya.
Selain konvoi, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini juga diundi hadiah 7 unit sepeda motor bagi petugas kebersihan dan juga beberapa barang elektronik.
Yang tidak kalah menggembirakan, pada momen ini bupati juga mengumumkan jika tahun ini petugas kebersihan Tabalong juga akan mendapatkan THR.
Selanjutnya juga ada penyerahan penghargaan bagi sekolah, pelaku yang aktif dalam pengelolaan sampah, perbankan dan juga dunia usaha. (AOL)