Serangan balasan Iran yang dijatuhkan ke Dubai membuat UEA berubah 180 derajat. Segala aktivitas di kota metropolitan itu terhenti, termasuk balapan kuda mewah.
Balapan kuda bukan hanya kompetisi olahraga bagi Dubai, tapi juga identitas penting sebagai warisan budaya yang telah diturunkan selama berabad-abad lalu.
Pada Sabtu (28/2), Dubai akan menggelar salah satu balap kuda termewah, Dubai World Cup. Namun, serangan udara dari Iran membuat event ini terancam gagal.
Ketika Hotel Fairmont di Palm Jumeirah terbakar akibat serangan udara, sebuah balapan sedang berlangsung di Meydan. Ia bahkan dapat melihat rudal tembak yang jatuh di atas mereka.
"Ada beberapa ledakan keras cukup dekat dengan kandang internasional pagi ini tetapi kuda-kuda baik-baik saja. Selain itu, Anda mungkin tidak akan tahu ada sesuatu yang terjadi," kata Pelatih Jamie Osborne.
Akibatnya, balapan yang dijadwalkan pada hari Minggu harus ditunda hingga 15 Maret. Atlet-atlet yang siap tanding diminta untuk mengamankan diri, bahkan pulang ke negaranya jika memungkinkan.
Namun, ribuan penerbangan telah dibatalkan ke dan dari UEA pada hari Sabtu. Bandara Abu Dhabi dan hotel Burj Al Arab di Dubai juga terkena puing-puing akibat serangan rudal.
Francis Graffard adalah atlet yang terdaftar untuk Dubai Sheema Classic pada 28 Maret. Ia seharusnya meninggalkan Dubai setelah pertemuan hari Sabtu.
"Di sini cukup tenang, tetapi kami tidak tahu kapan kami bisa pergi. Saya sempat mempertimbangkan untuk terbang dari Oman, tetapi saya rasa saya akan tetap tinggal di hotel saya di Dubai dan menunggu. Semua penerbangan Emirates untuk besok siang telah dibatalkan," katanya seperti dikutip dari .
Agen pacuan kuda dan penasihat balap Federico Barberini mengatakan bahwa peringatan keamanan yang dikirim ke ponsel orang-orang selama malam hari telah menimbulkan kekhawatiran, tetapi situasinya telah tenang pada Minggu pagi.
"Sejujurnya, jika saya tidak membaca berita, saya tidak akan tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi hari ini," katanya.
Barberini mengatakan bahwa peringatan itu dikirim pada pukul 1 dini hari. Ia dan atlet lainnya mencari perlindungan.
"Kami menghabiskan setengah jam di dekat pintu dan kemudian pergi tidur. Kami tidur dengan celana jins dan paspor di saku," ujarnya.
Pemimpin Dubai, Dubai, Sheikh Mohammed Al Maktoum, berada di Meydan pada hari Sabtu untuk menikmati kemenangan ke-21 bagi kuda pacu andalannya, Rebel's Romance, di G2 Dubai City of Gold. Ia juga menyaksikan dua kemenangan bagi saudaranya, Sheikh Ahmed.
Anthony Stroud, yang bekerja sama erat dengan operasi Godolphin, mengatakan pada hari Minggu tentang kehadiran Sheikh Mohammed di pertemuan tersebut.
"Ketika ada masalah yang perlu ditangani, dia selalu berada di garis depan," pujinya.
Saat ini, mereka yang bersiap untuk balapan kuda harus menunggu informasi lebih lanjut.







