Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Perang Iran vs Israel-Amerika Serikat menyebabkan dua kelompok umrah asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terjebak di Arab Saudi.
Meski begitu, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tulungagung meminta keluarga tetap tenang, karena semua dalam keadaan selamat.
“Ada dua kelompok umrah yang masih di Arab Saudi. Kami masih memantau perkembangan mereka,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tulungagung, Suryani, Senin (2/3/2026).
Menurut Suryani, satu rombongan bersama biro perjalanan Menara Kamila Tulungagung berjumlah sekitar 40 orang.
Sedangkan rombongan lainnya bersama biro perjalanan dari luar daerah, sehingga Suryani tidak tahu pasti berapa warga Tulungagung yang bergabung.
Satu rombongan dijadwalkan pulang pada 22 Maret 2026, dan satu rombongan pulang setelah Idulfitri.
“Harapannya kondisi segera membaik sehingga para jemaah umrah ini bisa pulang sesuai jadwal,” ujarnya.
Terkait jemaah umrah asal Tulungagung ini, Suryani mengaku selalu berpatokan dengan Kementerian Haji dan Umrah RI.
Keluarga di Tulungagung diminta tetap tenang, tidak perlu panik dengan kabar perang ini.
Baca juga: Warning dari Prabowo, Perang di Eropa-Timur Tengah Bisa Terjadi di Indonesia: Tak Ada Pilihan Lain
Pemerintah selalu berkomunikasi dengan pihak maskapai dan biro perjalanan untuk memantau perkembangan mereka.
“Kementerian dan perwakilan RI di Riyad dan Jedah komunikasi intens dengan jemaah, Mereka aman dan kondisi baik,” tegasnya.
Keluarga yang khawatir juga disarankan berkomunikasi dengan pihak biro perjalanan masing-masing.
Biro perjalanan yang selalu mendampingi jemaah, sehingga tahu kondisi masing-masing.
“Secara umum jemaah Tulungagung aman dan nyaman di Arab Saudi. Semua dalam lindungan Allah SWT,” ucap Suryani.
Baca juga: Pengamat Sebut Perang Iran-Israel Akan Berdampak Ke Indonesia: Harga Minyak Bakal Meningkat
Terkait rencana perjalanan umrah asal Tulungagung, Suryani meminta untuk mematuhi imbauan dari Kementerian Haji dan Umrah.
Kementerian telah menyampaikan, beberapa penerbangan ke Arab Saudi dilakukan penjadwalan, atau penundaan.
Sebab itu, biro perjalanan diminta untuk selalu berkomunikasi dengan pihak maskapai.
“Jangan langsung berangkat ke bandara. Pastikan memang bisa bernagkat,” pungkas Suryani.