Empat Warga Hantakan HST Digigit Anjing, Puskesmas Perkuat Edukasi dan Pemantauan Rabies
Hari Widodo March 02, 2026 11:46 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Rentetan kasus gigitan anjing di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dalam dua hari terakhir mendorong Puskesmas Hantakan meningkatkan kewaspadaan dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies.

Empat warga dari empat desa berbeda menjadi korban dan kini masih dalam masa observasi medis.

Penanggung Jawab Program Rabies Puskesmas Hantakan, Rizani, menyampaikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur standar penanganan gigitan hewan penular rabies.

“Semua korban langsung kami tangani sesuai SOP. Luka dibersihkan menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian diberikan salep antibiotik, vaksin anti rabies (VAR), serta obat pereda nyeri,” jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, senin, (02/03/2026). 

Baca juga: Balai Veteriner Banjarbaru Siapkan 300 Dosin Vaksin Rabies, Ternyata Penyakit Ini Belum Ada Obatnya

Kasus pertama terjadi pada, jumat, (27/02/2026) malam di Desa Tilahan, menimpa seorang anak laki-laki berusia 7 tahun.

Korban tiba di puskesmas sekitar satu jam setelah kejadian dan segera mendapat tindakan medis. 

Sehari berselang, tiga kasus serupa kembali dilaporkan dari Desa Hantakan, Desa Bulayak dan Desa Pasting, dengan korban masing-masing remaja perempuan 13 tahun, pria 62 tahun, dan anak laki-laki 10 tahun.

Menurut Rizani, keempat korban saat ini dalam kondisi membaik dan akan terus dipantau hingga hari ke-21 pasca gigitan guna memastikan tidak muncul gejala rabies.

“Pemantauan ini penting karena masa inkubasi rabies bisa berbeda-beda. Kami ingin memastikan seluruh korban benar-benar aman,” ujarnya.

Di sisi lain, upaya pelacakan terhadap hewan yang menggigit juga terus dilakukan. Salah satu anjing di Desa Hantakan telah diburu warga dan sampelnya dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun hasil uji belum keluar.

Sementara anjing di Desa Tilahan telah mati dan dikuburkan sebelum sempat diambil sampel, sedangkan dua anjing lainnya masih belum ditemukan dan dikategorikan sebagai anjing liar.

Perawat jaga UGD Puskesmas Hantakan, Dina, menegaskan pentingnya pertolongan pertama yang cepat dan tepat saat terjadi gigitan.

“Langkah awal yang paling penting adalah mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit. Itu bisa sangat membantu menurunkan risiko penularan virus,” terangnya.

Kepala Puskesmas Hantakan, Adidinar, turut mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gigitan hewan, sekecil apa pun lukanya. 

Baca juga: Selip di Jalanan Licin, Pikap Hantam Truk di Desa Pemangkih HST

Ia juga mengimbau pemilik hewan peliharaan untuk memastikan hewannya divaksin dan tidak dilepasliarkan.

“Jangan tunggu parah. Segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat jika tergigit. Penanganan cepat sangat menentukan keselamatan,” tegasnya.

Puskesmas memastikan seluruh korban tetap dalam pengawasan hingga masa observasi selesai, sembari mengintensifkan sosialisasi pencegahan rabies di desa-desa terdampak. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.