960 Orang Warga Sumut Masih Berada di Arab Jalani Umrah, Kementrian Haji Minta Tetap Tenang
Ayu Prasandi March 02, 2026 09:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Situasi wilayah Timur Tengah kian mencekam. Pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, kini giliran Iran membalas serangan demi serangan ke beberapa sektor yang menjadi bagian dari Amerika maupun Israel. 


Kondisi ini membuat kekhawatiran bagi masyarakat, terutama keluarga yang sedang menjalani ibadah umrah di Mekkah, Arab Saudi. Berdasarkan catatan dari Kementerian Haji dan Umrah wilayah Sumatera Utara, hingga kini tercatat masih cukup banyak warga Sumatera Utara yang berada di Arab Saudi melaksanakan ibadah umrah. 


"960 orang masih di sana dari Sumut," ujar perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Torang Rambe, Senin (2/3/2026). 


Sejauh ini, dikabarkan meskipun wilayah Timur Tengah masih terus memanas informasi yang didapat dari sejumlah sumber suasana di Tanah Suci sendiri tergolong kondusif. Seperti yang dijelaskan oleh beberapa agen travel dan umrah di wilayah Kota Medan, dimana dari laporan para jemaah dan petugas di sana masih cenderung normal.


"Sejauh ini masih aman, jemaah juga pulang sesuai jadwal. Semalam baru saja satu kelompok kita pulang sekitar 30 orang. Kalau yang masih di sana, ada yang paket 12 hari tanggal 10 nanti sampai Medan ada juga yang paket full Ramadan tanggal 20 atau 21 sampai Medan," ujar salah satu petugas agen travel umrah di Kota Medan, Afriza. 


Namun begitu, pihak Kementerian Haji dan Umrah meminta kepada semua masyarakat agar tidak panik. Dari surat edaran yang dikeluarkan oleh Kemenhaj per tanggal 28 Februari 2026, sedikitnya ada lima poin yang disampaikan kepada masyarakat. 


Seperti perihal sejumlah penerbangan yang kemungkinan akan terkendala, akibat terjadinya perang udara antar ketiga negara. Sehingga, Kemenhaj meminta kepada masyarakat terutama yang akan melaksanakan ibadah umrah khususnya secara mandiri agar kembali melihat jadwal penerbangan. 


Selanjutnya, bagi jemaah umrah Indonesia diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan otoritas terkait. Sebagai langkah awal, Kemenhaj juga berkomitmen memberikan pelindungan maksimal kepada seluruh jemaah dan memastikan setiap penyesuaian kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jemaah.


Kemenhaj juga turut mingimbah agar seluruh PPIU senantiasa menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh guna memastikan setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.


Lebih lanjut, Kemenhaj juga mengimbau kepada masyarakat yang keluarganya merupakan jemaah yang sedang melaksanakan ibadah umrah agar tetap tenang apabila anggota keluarganya sedang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. (mns/tribun-medan.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.