Harta Karun Tempo Dulu Bermunculan di Pedamaran OKI, Toko Perak Diserbu Penjual Barang Antik
tarso romli March 02, 2026 09:27 PM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Harta karun tersembunyi dari dalam lemari tua dan dalam rumah masyarakat Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai bermunculan.

Sebuah toko perak dan perhiasan di Desa Menang Raya mendadak diserbu, masyarakat yang datang berbondong-bondong membawa koleksi barang antik dan unik, mulai dari kerajinan perak ukir, kuningan lawas, logam, koin kuno hingga perhiasan emas bernilai seni tinggi.

Toko milik Mulia Lestarina mendadak menjadi pusat perhatian setelah diserbu oleh ratusan warga setiap harinya yang ingin menjual berbagai koleksi barang koleksinya.

Mulia mengungkapkan dalam beberapa waktu terakhir, jumlah warga yang mendatangi tokonya untuk menawarkan barang antik meningkat drastis.

Fenomena ini membuat tokonya kini dipenuhi dengan beragam benda eksotis.

"Ya memang saya membeli perak, karena harganya sedang naik, jadi semua bahan yang mengandung kadar perak akan kita terima,"

"Macam-macam bentuknya, ada yang terbuat dari perak, kuningan, hingga emas," ujar Mulia saat memberikan keterangan di tokonya pada Senin (2/3/2026) sore.

Barang-barang diterima Mulia meliputi berbagai jenis peralatan rumah tangga, aksesori pakaian, koin, hingga pajangan sudah berusia puluhan tahun namun tetap terjaga keaslian materialnya.

"Banyak macam yang saya terima, rata-rata peninggalan para penjajah jaman Jepang atau Belanda seperti koin, tusuk konde, garpu, piring dan perhiasan lainnya. Makanya sekarang sangat dicari untuk dibeli," 

"Banyaknya penjual yang datang menunjukkan bahwa barang-barang antik mengandung perak selama ini tersimpan di lemari atau gudang rumah warga ternyata memiliki nilai ekonomi bagi mereka," ungkapnya.

Menurut Mulia, setiap barang yang datang dibawa warga lalu diperiksa dengan teliti untuk menentukan kadar logam dan nilai harga jualnya.

Barang perak biasanya berupa alat makan atau wadah tradisional, garpu, koin jaman peninggalan.

Kemudian kuningan umumnya berupa pajangan atau peralatan adat dan perlengkapan dapur seperti wadah nasi, alat memasak.

Sedangkan emas perhiasan model lama dengan detail ukiran manual yang sulit ditemukan saat ini.

"Kalau saya menerima barang yang mengandung perak mulai dari Rp 75.000 hingga 80.000 per gram. Tergantung motif dan jumlah kadar,"

"Sedangkan untuk bahan kuningan kalau yang bagus dan unik saya membelinya perbuah Rp 200.000. Untuk barang kurang bagus dibeli kiloan mulai dari Rp 90.000 - 100.000, tergantung dari kondisi barangnya," jelasnya.

Disebutkan Mulia, rata-rata barang yang akan dijual warga merupakan peninggalan atau warisan dari orang tua dan sanak saudaranya.

"Mereka yang datang biasanya membawa barang warisan orang tua atau neneknya jaman dahulu. Mereka sengaja mencari di dalam rumah dan ada yang ketemu emas, perak dan segala macam yang bisa dijual,"

"Mereka yang datang kadang tidak hanya ingin menjual saja, kadang ada yang cuma pengen melihat barang asli atau hanya imitasi. Itu tergantung dengan nasib mereka kalau benar ya pulang bawa uang," paparnya.

Hebohnya warga yang berbondong-bondong datang untuk menjual perhiasan dan barang unik terjadi sejak bulan Februari 2026.

"Sejak bulan lalu setiap harinya ada ratusan orang silih berganti datang meminta mengecek. Puncaknya semakin ramai saat memasuki bulan puasa ditambah lagi akan mendekati lebaran ini," sebutnya, penjual datang dari luar daerah seperti Indralaya dan Palembang.

"Kalau dapat perak dan perhiasan emas yang sudah patah atau rusak akan kita lebur sendiri. Tetapi untuk bahan kuningan akan kita jual lagi," cetusnya.

Ditempat yang sama salah seorang penjual asal Desa Pedamaran 1, Novi mengatakan sengaja datang mengadu nasib mengecek keaslian  perhiasan hasil warisan neneknya.

"Dapat perhiasannya pas lagi bersih-bersih lemari kebetulan mau lebaran, ketemu anting-anting, kalung, gelang dan lainnya,"

"Karena memang nenek saya dulu tukang rias pengantin, makanya banyak perhiasan yang disimpan," ujarnya, ikuti tren menjual perhiasan yang tengah viral di Pedamaran.

Dikatakan kembali, dari puluhan jenis perhiasan yang dibawa hanya gelang perak yang laku terjual.

"Cuma gelang yang mengandung perak laku terjual dengan harga Rp 240.000. Alhamdulillah bisa untuk membeli makanan berbuka puasa," terangnya dengan penuh syukur.
 
Hal senada disampaikan Helen yang sengaja datang untuk menjual perhiasan dan alat memasak yang terbuat dari bahan kuningan.

"Barang yang saya bawa simpanan dari bapak, kami keluarga sengaja beres-beres rumah untuk mencari cincin, gelang, keris ukuran kecil,"

"Tadi yang laku terjual bekas wadah cetakan makanan berbahan kuningan seharga Rp 45.000. Lumayan uangnya untuk beli makanan," ucap Helen.

Selain Helen, banyak masyarakat lainnya yang sengaja mencari barang berharga peninggalan di dalam rumah untuk dijual kembali

"Banyak tetangga saya juga yang sengaja mencari barang-barang unik dan langka. Siapa tahu bisa laku terjual dan menghasilkan uang. Karena sekarang memang lagi viral," pungkasnya.

Baca juga: Sahur Mencekam di Rumah, Anak Temukan Ayah dan Ibu Tewas, Diduga Korban

 Perampokan

Baca juga: Cerita WNI yang Tinggal di Qatar, Getaran Bom Terasa hingga Rumah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.