Sahur Mencekam di Rumah, Anak Temukan Ayah dan Ibu Tewas, Diduga Korban Perampokan
Refly Permana March 02, 2026 09:27 PM

 

SRIPOKU.COM - DNA tak tahu harus bagaimana, ayah dan ibunya tewas di depan matanya, Senin (2/3/3036).

EU (65) dan istrinya, PW (65), ditemukan tidak bernyawa di tempat yang berbeda.

Bungsu yang tinggal di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 No 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi itu hanya bisa meminta tolong dengan cara menjerit.

EU sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian, sementara istrinya yang tergeletak di lantai kamar sempat dirawat ke rumah sakit dengan kondisi kritis.

Baca juga: Trauma Dirampok, Guru SDN 12 Suak Tapeh Banyuasin Sempat Pikirkan Pensiun Dini

Beberapa jam setelah kejadian, polisi yang sudah melakukan olah TKP menduga motif pelaku adalah ingin menguasai harta korban.

Tetapi, dugaan ini belum dapat dipastikan kebenarannya karena mobil listrik milik korban masih terparkir di tempatnya.

"Tapi yang disampaikan anak korban, gelang emas di tangan ibunya hilang, kunci mobil dua-duanya hilang," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, kepada awak media di tempat kejadian perkara (TKP).

Meski demikian, dua unit mobil milik korban masih terparkir rapi di garasi rumah.

Alat pengisi daya mobil listrik juga diketahui masih terpasang.

Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, kedua korban mengalami luka akibat pukulan benda tumpul. 

"Untuk sementara keterangan dari dokter, ada pukulan benda tumpul di belakang kepala," ujar Andi. 

Jenazah EU telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum dan autopsi. 

Baca juga: Seorang Wanita Disekap & Dirampok, Guru SD Ini Dieksekusi dalam Mobil Pribadi Modus Angkutan Travel

Sementara itu, PW masih dirawat intensif di Rumah Sakit Primaya.

Peristiwa ini terungkap setelah DNA melihat orangtuanya sudah tidak bernyawa di rumah.

Kala itu, ia heran karena ayah dan ibunya tak kunjung membangunkan sahur.

Padahal, alarm jam sudah berbunyi dan waktu Imsak sudah hampir tiba.

"Anak korban kaget, panik, kemudian meminta tolong ke warga tapi enggak ada siapa-siapa di sini. Sehingga korban menghubungi keluarganya," kata Andi.

Terkait saksi, Andi mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan pemeriksaan awal. "Untuk saksi masih kami mendata, masih interogasi awal," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.