WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Aparat kepolisian masih mendalami kasus dugaan pembunuhan terhadap pasangan suami istri (pasutri) yang terjadi di Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).
Hingga kini, polisi telah memeriksa lima orang saksi untuk mengungkap peristiwa berdarah tersebut.
Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi Kota, AKP Imam Prakoso, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap kerabat korban, asisten rumah tangga, serta petugas keamanan kompleks perumahan.
Baca juga: Motif Pembunuhan Hida Kasana di KJIE Karawang Terkuak, Sang Pacar Tak Tahan Didesak
“Sementara masih lima orang saksi, masih diperiksa di Polsek Pondok Gede,” ujar Imam saat dikonfirmasi, Senin.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota bersama Polda Metro Jaya telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Barang bukti yang disita di antaranya kasur dan sprei milik korban yang terdapat ceceran darah.
Penyidik masih melakukan pendataan serta pengumpulan bukti tambahan untuk memperkuat proses penyelidikan.
“Untuk barang bukti saat ini kami mengamankan kasur yang ada darahnya serta barang-barang lain yang terindikasi terkait perkara. Masih kami kumpulkan dan lakukan pendataan,” jelas Andi.
Dalam peristiwa tersebut, korban laki-laki berinisial EU (65) meninggal dunia di lokasi kejadian.
Jenazahnya telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk keperluan autopsi.
Sementara sang istri, P (60), mengalami luka berat dan kini dalam kondisi kritis. Ia tengah menjalani perawatan intensif di RS Primaya Kalimalang, Bekasi.
“Kami menerima laporan dari warga terkait dugaan pembunuhan terhadap suami istri. Korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit,” kata Andi.
Terkait motif, polisi belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah peristiwa ini murni perampokan atau terdapat motif lain.
Namun, dari keterangan awal anak korban, ada sejumlah barang yang dilaporkan hilang.
Di antaranya gelang emas yang dikenakan korban perempuan serta dua kunci mobil milik keluarga.
“Masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni perampokan atau ada motif lain. Namun ada barang yang hilang, yakni emas di tangan ibu dan dua kunci mobil,” tegas Andi.
Polisi memastikan proses penyelidikan terus berjalan, termasuk mendalami keterangan saksi serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kasus tersebut.(M37)