TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebuah video yang memperlihatkan Gubernur Sumut Bobby Nasution meninggalkan rapat virtual dengan sejumlah menteri viral di sosial media.
Dalam video di akun instagram @gubsubobby, terlihat Bobby secara terang-terangan mengatakan kekecewaannya terkait minimnya alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk wilayah Sumut.
Dalam video itu Bobby berkali-kali ingin meninggalkan rapat tersebut karena tidak puas dengan anggaran bencana yang diberikan pihak pemerintah pusat.
"Menko-nya saja protes,siapa yang mengatur ini. Sudahlah. Cabut kitalah, enggak diiniin orang ini juga. Enggak jelas ini," ucap Bobby sambil meninggalkan lokasi rapat, Senin (2/3/2026).
Menanggapi itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, ia mengaku kecewa sebab anggaran bencana yang bakal diterima Pemprov Sumut sebesar Rp 2,11 triliun.
Dijelaskan Bobby, pemerintah pusat menetapkan anggaran bencana Rp 56 triliun untuk Sumbar, Sumut dan Aceh . Namun untuk Sumut sendiri hanya mendapat angka yang tidak sesuai dengan kebutuhan data di lapangan.
Baca juga: Jejak Kemanusiaan Jemaat Muslim Ahmadiyah di Tengah Bencana Sumatera
"Ya itu kan dana penanganan bencana itu datanya diambil dari R3P masing masing daerah. R3P itu datanya sudah dikonfirmasi bukan hanya pemerintah daerah yang buat tapi dengan kementerian lembaga dan sudah diverifikasi melalui BPS dan sudah dimasukkan ke Bappenas Sumut," jelasnya.
Sementara data Pemprov Sumut mencatat, banjir dan longsor ini menerjang 18 kab/kota. Berdampak ke 1,8 juta jiwa. Ribuan rumah hilang korban meninggal dunia mencapai 376 jiwa dan 40 orang masih dinyatakan hilang.
"Kemarin kita keberatan pembagian ke sumut hanya Rp 2,1 triliun dari Rp 56 triliun sementara kebutuhan kita ada di 3 kabupaten ini kita sampaikan kita kecewa angka tersebut padahal kita korban. Ya namanya bencana pasti tolok ukur adalah dampak dan korbannya," jelasnya.
Apalagi, kata Bobby, Sumut termasuk terparah setelah Provinsi Aceh.
"Setelah Aceh korban terbanyak kita dan jumlah korban terbanyak. Korban rumah hilang kita salah satu terbanyak setelah Aceh. Tapi anggaran-nya kita paling kecil, ini yang kita pertanyakan alasannya apa dasarnya, apa kok bisa dari Rp 56 triliun itu pembagian daerah seperti apa," ucapnya.
Menurutnya, jika dilihat dari situasi dan kondisi, anggaran bencana di Sumut besarannya tidak seperti itu.
"Kalau dilihat darii jumlah korban harusnya kita enggak segitulah angkanya dan dari kerusakan enggak segitu ini kita sampaikan. Tapi mudah-mudahan ada yanng bisa direvisi," ucapnya.
Diketahui, kekecewaan Bobby disebabkan karena adanya ketimpangan data antara kebutuhan di lapangan dengan alokasi Rencana Induk (Renduk) Pemerintah Pusat
Berdasarkan verifikasi lintas kementerian hingga BPS dah Bappenas, Sumut sebenarnya membutuhkan dana pemulihan mencapai Rp 30,56 triliun.
Namun dari total anggaran Renduk untuk Aceh, Sumbar dan Sumut yang mencapai Rp 56 triliun. Sumut hanya mendapatkan jatah Rp 2,11 triliun.