Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dua pelaku pencurian kambing di Desa Ulak Lebar, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah, babak belur dihajar massa setelah aksinya kepergok warga, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Desa Ulak Lebar, Sahri Rangga, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, aksi pencurian pertama kali diketahui oleh pemilik kambing yang melihat dua pria memasukkan seekor kambing ke dalam karung dan membawanya menggunakan sepeda motor.
“Pemilik kambing melihat langsung kambingnya dimasukkan ke dalam karung dan dibawa pakai motor. Saat dihentikan, pelaku justru menabrak korban sampai terjatuh,” ujar Sahri saat dihubungi wartawan TribunBengkulu.com.
Tak tinggal diam, korban bersama warga langsung mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. Namun, dalam pelariannya, pelaku sempat melakukan perlawanan.
“Motor warga yang mengejar sempat ditendang pelaku sampai terjatuh,” katanya.
Warga akhirnya berhasil mengepung area pelarian pelaku. Satu pelaku berhenti di lokasi, sementara satu lainnya melarikan diri ke arah Desa Pungguk Beringin.
Saat terdesak, salah satu pelaku sempat mengeluarkan pisau dan mencoba menyerang warga. Emosi warga pun memuncak hingga pelaku dihajar beramai-ramai sampai mengalami luka lebam.
Sepeda motor yang digunakan pelaku juga tak luput dari amukan massa dan dibakar di lokasi kejadian. Sementara itu, pelaku yang sempat kabur ke arah Desa Pungguk Beringin berhasil diamankan warga tak lama kemudian.
Dari hasil pemeriksaan awal, warga menemukan potas di tubuh pelaku yang diduga digunakan untuk membius kambing sebelum dicuri. Akibat insiden tersebut, pemilik kambing mengalami keseleo setelah ditabrak pelaku, sementara satu warga lainnya harus dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh dari sepeda motor akibat ditendang pelaku saat pengejaran.
Sahri Rangga mengungkapkan, kasus pencurian ternak memang kerap terjadi di Desa Ulak Lebar.
“Memang sudah sering terjadi maling di desa kami. Kambing saya saja hampir 10 ekor hilang,” ungkapnya.
Saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan dibawa ke Polres Bengkulu Tengah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Warga berharap pihak kepolisian menindak tegas pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang.