Hari Ketiga Perang: Korban Tewas Tentara AS Bertambah, Trump: Serangan Besar ke Iran Belum Terjadi
Hasiolan Eko P Gultom March 03, 2026 12:33 AM

Hari Ketiga Perang: Korban Tewas Tentara AS Bertambah, Trump: Serangan Besar ke Iran Belum Terjadi

TRIBUNNEWS.COM - Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM), Senin (2/3/2026) mengumumkan kalau jumlah korban tewas tentara AS selama operasi militer melawan Iran telah meningkat menjadi 4.

CENTCOM mencatat bahwa salah satu dari mereka terluka parah dalam serangan awal yang dilancarkan oleh Iran sebelum meninggal karena luka-lukanya.

Baca juga: Tiga Jet F-15 Amerika yang Ikut Serang Iran dalam Operasi Epic Fury Ternyata Jatuh Ditembak Kuwait

Komando tersebut menyatakan dalam siaran pers bahwa pada pukul 7:30 pagi Waktu Bagian Timur tanggal 2 Maret, empat anggota militer telah dipastikan tewas dalam pertempuran yang sedang berlangsung.

CENTCOM menambahkan bahwa operasi tempur besar masih berlangsung, dan upaya respons militer terus berlanjut.

JET TEMPUR AS - Ilustrasi manuver dua jet tempur Amerika Serikat (AS). AS dilaporkan menyerang militan yang didukung Iran dengan serangan udara balasan ke-4 ke pusat komando milisi Kataib Hizbullah di Irak, Rabu (22/11/2023).
JET TEMPUR AS - Ilustrasi manuver dua jet tempur Amerika Serikat (AS). AS dilaporkan menyerang militan yang didukung Iran dengan serangan udara balasan ke-4 ke pusat komando milisi Kataib Hizbullah di Irak, Rabu (22/11/2023). (tangkap layar yahoo/abcnews)

Serangan Besar ke Iran

Dalam perkembangan situasi, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negaranya sedang bersiap untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.

Memasuki konfrontasi hari ketiga dengan Iran, Trump menekankan bahwa "serangan besar itu belum terjadi dan akan segera datang."

Trump menambahkan, dalam pernyataannya kepada CNN, bahwa "operasi ini berjalan dengan sangat baik,".

Trump juga mencatat kalau Amerika Serikat "akan segera menyerang mereka dengan keras," seperti yang dia katakan.

 

 
 

 

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.