TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga besar Paguyuban Akpol 1991 Bhara Daksa menggelar acara buka puasa bersama di Gedung PTIK Jakarta Selatan, pada Senin (2/3/2026).
Acara mengusung tema 'Guyub Rukun Sak Lawase Berkah Sedoyone' ini tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga sarana penguatan mental spiritual bagi para alumni.
Ketua Batalyon Akpol 1991 Komjen Pol Mohammad Iqbal mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang penuh kehangatan ini.
Iqbal mengingatkan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara pembagian takjil dan buka puasa bersama insan pers di Mabes Polri, tentang pentingnya menjaga silaturahmi, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan potensi perpecahan yang dapat dipicu oleh konten negatif, kebersamaan yang tulus menjadi benteng pertahanan paling kokoh bagi institusi.
"Pak Kapolri mengingatkan kita semua bahwa menjaga tali silaturahmi adalah kekuatan utama dalam merawat persatuan. Pesan ini sangat relevan, apalagi di bulan suci yang penuh berkah ini. Saya mengajak teman-teman semua, apa pun posisi kita saat ini, mari kita jadikan silaturahmi ini kebutuhan untuk saling menguatkan. Kalau kita kompak dan saling menyayangi, InsyaAllah institusi kita akan semakin kuat menghadapi dinamika apa pun," ujar Iqbal dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026).
Iqbal juga mengajak seluruh alumni Akpol 1991 memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di tengah berbagai isu yang mengemuka.
Iqbal menekankan bahwa persatuan angkatan bukan sekadar jargon, melainkan fondasi yang harus terus dijaga, terutama ketika institusi sedang diuji.
"Beliau sekarang sedang memimpin di tengah medan yang tidak mudah dan alumni kita dikenal sebagai alumni yang tangguh dan solid. Tugas kita mendoakan dan memberi dukungan positif. Ini bukan soal siapa yang memimpin, tetapi soal bagaimana kita semua menjaga rumah kita bersama," kata Iqbal.
Sekretaris Jenderal DPD RI ini kemudian mengaitkan dukungan tersebut dengan berbagai langkah strategis yang telah diambil Kapolri dalam merespons dinamika publik.
Baca juga: Profil Rusdi Hartono, Eks Kapolda Sulsel yang Naik Pangkat Jadi Komjen, Lulusan Akpol 1991
Mantan Kabid Humas Polda Metro ini menyoroti pernyataan Kapolri beberapa waktu lalu yang menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap kritik masyarakat.
"Pernyataan Pak Kapolri bahwa Polri siap dikritik demi mewujudkan mandat reformasi menjadi civilian police yang dekat dan dicintai masyarakat. Ini adalah sikap negarawan yang patut kita dukung. Justru dengan keterbukaan seperti itu, Polri akan semakin kuat," kata Iqbal.
Suasana semakin khidmat ketika Dr KH Marsudi Syuhud menyampaikan tausiah menjelang berbuka puasa.
Dalam ceramahnya, ia mengaitkan ibadah puasa dengan pembentukan karakter dan mental tangguh yang relevan bagi personel kepolisian.
"Kita melakukan puasa di bulan Ramadhan ini, sesungguhnya tanpa sadar kita sedang memprogram ulang diri kita, keluarga kita, istri kita, anak kita, anggota kita, kesatuan kita, untuk menjadi orang yang sukses dan hebat," ujar Marsudi mengawali tausiahnya.
Mengutip kitab Fathul Qarib dan riset Napoleon Hill, Marsudi menjelaskan bahwa puasa mengajarkan empat hal fundamental yang menjadi kunci kesuksesan, yaitu niat, disiplin diri, kemampuan mengendalikan perhatian, dan sikap mental positif.
Dia menekankan bahwa dalam organisasi, konsistensi menjalankan aturan adalah kunci keberhasilan bersama.
Acara buka puasa bersama ini menjadi pengingat bahwa pembinaan spiritual dan mental personel Polri tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui momen kebersamaan seperti ini.
Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara. Tawa dan canda mewarnai obrolan antar-alumnus yang sudah lama tidak bertemu.
Untuk diketahui, sejumlah alumni tampak hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran, Ketua Paguyuban Akpol 1991 Bhara Daksa Komjen Mohammad Iqbal, dan puluhan alumni angkatan 1991 beserta istri masing-masing.
Hadir pula Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud yang menyampaikan tausiah menjelang waktu berbuka.