TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggalkan luka mendalam bagi sebagian orang.
Sebagai bentuk penghormatan atas sosok yang dinilai memiliki peran besar dalam dunia Islam, khususnya di kalangan Ahlul Bait atau Syiah, digelar pengajian tahlilan di Islamic Cultural Center (ICC), Jakarta.
ICC merupakan lembaga Syiah yang berfungsi sebagai pusat kajian kebudayaan di Indonesia, khususnya di Jakarta.
Mujib, selaku Humas ICC Jakarta, menyampaikan pengajian berlangsung selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 Maret 2026.
Baca juga: Tahu Jadi Target Pembunuhan, Cara Khamenei Siapkan Kematiannya Agar Rezim Tetap Eksis
"Tahlilan kita sudah mulai dari malam pertama ya, dari semalam. Kemudian kalau di ICC ini rencana kita akan sampai tanggal 7 Maret ini, sampai kira-kira hari ketujuh dari syahidnya Sayyid Ali Khamenei, kita akan menyelenggarakan majelis tahlil untuk beliau," kata Mujib kepada Tribunnews di ICC Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Pengajian dilakukan setelah salat tarawih atau pada malam hari.
Selain dihadiri masyarakat Indonesia, Mujib menjelaskan acara tersebut juga dihadiri warga negara Iran yang tinggal di Jakarta.
"Kalau undangan kita secara umum sebenarnya, siapapun yang yang akan datang, orang Indonesia, orang-orang Iran yang kebetulan ada di Jakarta dan sekitarnya, ya kita persilakan," ujar Mujib.
Pada hari pertama tahlilan, acara tersebut juga dihadiri Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia.
Menurut Mujib, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menggali semangat perjuangan yang selama ini diidentikkan dengan sosok Khamenei, terutama dalam membela keadilan dan kaum tertindas.
Pantauan Tribunnews di area masjid ICC yang berlokasi di Jalan Buncit Raya, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, jamaah mulai berdatangan menjelang waktu berbuka puasa.
Jamaah tak hanya dari masyarakat Indonesia tapi juga ada warga negara Iran terlihat di masjid.
Di dalam masjid, terpampang foto besar Ali Khamenei di sisi kiri dekat mimbar serta di bagian luar masjid.
Beberapa karangan bunga juga terlihat di area ICC Jakarta.
Di kesempatan tersebut, ICC Jakarta mengecam tindakan militer Amerika Serikat dan Israel yang memulai perang hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Pada Sabtu pagi Amerika-Israel mengebom kediaman Ali Khamenei serta sejumlah pemimpin Iran lainnya.
Menurut Mujib selaku Humas ICC Jakarta, tindakan tersebut merupakan aksi terorisme.
"Iya, yang pertama kita menyatakan kecaman sebenarnya, kecaman karena pembunuhan terhadap syahid Ali Khamenei ini adalah bentuk teror," kata Mujib kepada Tribunnews di Jakarta, Senin (2/3/2026).
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)