AS Rugi Triliunan Rupiah Akibat Militer Kuwait Tembak Jatuh 3 Jet Tempur F-15E Saat Mau Serang Iran
SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat menderita kerugian militer mencapai triliunan rupiah setelah tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara AS secara keliru ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Kuwait saat mendukung operasi melawan Iran, pada Senin (2/3/2026) pagi.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.03 waktu setempat ketika ketiga jet tempur tengah berada di wilayah udara Kuwait.
Menurut pernyataan resmi dari United States Central Command (CENTCOM), sistem pertahanan udara Kuwait secara tidak sengaja mengunci target dan menembak pesawat AS di tengah pertempuran intens dengan rudal balistik dan drone Iran.
Otoritas militer AS tidak merinci jenis sistem rudal anti-pesawat yang mengenai jet tempur tersebut.
Keenam pilot yang berada di dalam tiga pesawat berhasil melakukan prosedur pelontaran darurat dan mendarat dengan selamat.
Mereka telah dievakuasi dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Pemerintah Kuwait mengakui insiden tersebut.
Namun hingga kini, Kementerian Pertahanan Kuwait belum menjelaskan penyebab terjadinya tembakan salah sasaran tersebut.
Pesawat tempur F-15E Strike Eagle merupakan salah satu aset kunci Angkatan Udara AS dengan kemampuan serangan darat presisi tinggi dan dominasi udara.
Harga pabrik per unitnya diperkirakan mencapai puluhan juta dolar AS (trilunan Rupiah).
Dan ketika dikalkulasikan total tiga unit yang hilang, nilai kerugian dapat menembus angka triliunan rupiah setelah dikonversi dari nilai dolar dan ditambah dengan biaya dukungan teknis serta perlengkapan tambahan.
Pilot terlihat terjun payung dan mendarat di wilayah gurun Al Jahra, sekitar 30 kilometer dari Pangkalan Udara Ali Al Salem, lokasi penempatan pasukan AS.
Rekaman lain menunjukkan seorang pilot berlutut di tanah di samping parasut oranye-putih, sementara asap hitam tebal membumbung di kejauhan.
Insiden ini disebut sebagai kali pertama jet tempur F-15 ditembak jatuh dalam situasi pertempuran sejak pesawat tersebut mulai dioperasikan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
CENTCOM menyatakan investigasi sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab detail insiden tersebut.
Meski demikian, pihaknya tetap menyampaikan “rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas upaya pasukan pertahanan Kuwait dan dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung.”
F-15 merupakan jet tempur berat yang dikembangkan oleh McDonnell Douglas pada 1967 dan mulai beroperasi bersama Angkatan Udara AS pada 1976.
Pesawat ini dirancang untuk misi superioritas udara dan pertahanan udara.
Varian F-15E Strike Eagle dikembangkan pada 1980-an sebagai versi multiperan berbasis desain F-15B dua kursi.
Selain kemampuan udara-ke-udara, F-15E dilengkapi kemampuan serangan darat presisi tinggi, memungkinkan misi serangan jarak jauh tanpa bergantung penuh pada pengawalan pesawat tempur lain atau dukungan perang elektronik.
Pada 1998, harga produksi satu unit F-15E diperkirakan sekitar 31 juta dolar AS atau setara hampir 62 juta dolar AS saat ini, belum termasuk persenjataan.
Insiden salah tembak ini menambah daftar panjang risiko dalam operasi militer gabungan di kawasan yang tengah memanas akibat eskalasi konflik Iran-AS-Israel, serta menyoroti kompleksitas koordinasi pertahanan udara di tengah pertempuran intensif.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)