Ledakan di Langit Doha Qatar, UEA Hadapi Serangan Rudal dari Iran
Dewi Agustina March 03, 2026 08:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, DOHA - Koresponden Aljazeera melaporkan mendengar beberapa ledakan di langit di atas Doha pada Senin (2/3/2026) tengah malam waktu setempat.

Sebelumnya, Qatar, dalam surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), merinci bagaimana militernya telah mencegat puluhan rudal balistik dan beberapa drone dari Iran sejak AS dan Israel melancarkan serangan mereka terhadap Iran Sabtu lalu.

Baca juga: Iran Bantah Serang Kilang Minyak Arab Saudi, Israel Pelakunya

Dilansir laman Aljazeera, pada hari Senin, angkatan udara Qatar juga menembak jatuh dua jet Iran yang menuju ke negara tersebut.

Sebelumnya rudal balistik Iran yang ditembakkan pasukan Garda Revolusi Iran berhasil menghancurkan fasilitas radar paling canggih milik Amerika Serikat, FP132 senilai 1,1 miliar dolar AS yang ditempatkan di Qatar, Sabtu (28/2/2026) malam.

 

SERANG IRAN - Foto yang dirilis Pusat Komando AS (Centcom) menunjukkan peluncuran rudal Tomahawk dari sebuah kapal perusak mereka pada Sabtu (28/2/2026).
SERANG IRAN - Foto yang dirilis Pusat Komando AS (Centcom) menunjukkan peluncuran rudal Tomahawk dari sebuah kapal perusak mereka pada Sabtu (28/2/2026). (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

 

Demikian informasi yang dibagikan Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) ke media dan juga dikutip luas di media sosial.

Radar canggih AS tersebut adalah Radar FP132 yang diklaim AS memiliki jangkauan deteksi terhadap ancaman datangnya serangan sejak dari jarak 5.000 kilometer.

Amerika Serikat menempatkan Radar FP132 di Qatar dilengkapi dengan peralatan pelacak rudal balistik.

Hancurnya radar ini membuat militer AS melemah dalam kemampuan deteksi terhadap rudal-rudal balistik yang ditembakkan Iran ke berbagai sasaran.

Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran pada hari Sabtu, setelah itu Teheran mengumumkan tindakan balasan.

Menurut media Iran dan Amerika, serangan balasan pasukan Iran menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah.

"Radar FP132 Amerika, dengan jangkauan 5.000 kilometer, yang terletak di Qatar, digunakan untuk melacak rudal balistik, telah dihancurkan," demikian penyataan Radio Negara Iran mengutip pernyataan yang disampaikan IRGC.

Al Mayadeen, sebuah saluran media Arab independen, melaporkan bahwa radar peringatan dini AN/FPS-132 adalah komponen kunci dari infrastruktur pertahanan rudal AS.

Radar ini pertama kali diumumkan keberadaannya pada tahun 2013 oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS dan pembuatan sistem radar ini diperkirakan menelan biaya 1,1 miliar dolar AS.

IRGC menggambarkan serangan rudal balistiknya terhadap radar canggih tersebut sebagai bagian dari respons Iran yang lebih luas terhadap agresi AS-Israel awal pekan ini.

Radar FPS-132 menyediakan deteksi dini dan pelacakan yang tepat terhadap rudal balistik dan ancaman yang menggunakan udara, sekaligus dengan cepat membedakan antara objek ancaman dan bukan ancaman.

Sebagai sensor penting untuk Sistem Pertahanan Rudal Balistik Badan Pertahanan Rudal, radar ini mendukung pencegatan rudal balistik di atas atmosfer, menawarkan cakupan area luas yang berkelanjutan hingga 360 derajat, dan berkontribusi pada pengawasan ruang angkasa.

Para analis mengatakan bahwa jika klaim IRGC akurat, penghancuran radar tidak akan menjamin pengurangan tingkat pencegatan tetapi akan mengurangi waktu peringatan dini, mengurangi redundansi sistem, dan memberikan tekanan tambahan pada sensor yang tersisa.

“Efektivitas pertahanan rudal bergantung pada lintasan, saturasi, umpan, dan koordinasi pencegat; semakin sedikit sensor jarak jauh mempersempit jendela reaksi,” kata para ahli.

Tidak ada konfirmasi independen atas klaim IRGC tersebut. 

UEA Hadapi Serangan Rudal dari Iran

Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sedang berupaya mencegat serangan rudal besar yang diluncurkan oleh Iran.

"Pertahanan udara Emirat saat ini sedang menghadapi rentetan rudal balistik yang datang dari Iran," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan.

 

ISRAEL SERANG SD - Israel menyerang SD Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, Sabtu (28/2/2026). Jumlah korban meningkat menjadi 108 orang.
ISRAEL SERANG SD - Israel menyerang SD Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, Sabtu (28/2/2026). Jumlah korban meningkat menjadi 108 orang. (HO/IST/X/@araghchi)

 

Kementerian menegaskan kesiapan penuhnya untuk menghadapi semua ancaman guna memastikan perlindungan wilayah negara dan keselamatan warga negara dan penduduk.

Militer Israel Akui Serang Beirut

Militer Israel mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa mereka menargetkan fasilitas Hizbullah di ibu kota Lebanon, Beirut.

"IDF mulai menyerang markas dan gudang senjata organisasi teroris Hizbullah di Beirut, detail lebih lanjut akan menyusul," kata militer Israel dalam sebuah unggahan di media sosial.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.