TRIBUNSTYLE.COM - Langit perjalanan ibadah ke Tanah Suci mendadak berubah kelabu.
Sejumlah penerbangan menuju Jeddah terpaksa dibatalkan setelah memanasnya situasi geopolitik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Keputusan tersebut langsung berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk rute yang biasa digunakan para calon jemaah umrah dari Indonesia.
Di antara para jemaah yang terdampak, nama Inul Daratista ikut menjadi sorotan.
Penyanyi dangdut yang dikenal energik itu ternyata juga harus menerima kabar pembatalan keberangkatan umrahnya bersama keluarga.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Inul membagikan kesedihan yang ia rasakan.
Persiapan, menurut Inul, sejatinya sudah matang. Tiket pesawat telah dikantongi, visa sudah terbit, hotel di Tanah Suci telah dipesan. Bahkan perlengkapan ibadah pun telah disiapkan jauh-jauh hari, seolah tinggal menunggu waktu untuk berangkat.
Baca juga: Nasib Meisya Siregar & Bebi Romeo Terhambat Pulang usai Umrah, Imbas Konflik Iran-AS: Doain Ya
Baginya, jika belum diizinkan berangkat sekarang, mungkin ada waktu yang lebih tepat di kemudian hari.
“Insha Allah plan Umrah aku sekeluarga tertunda atau sementara tidak jadi alias cancel. Saking sayangnya Allah sama aku dan keluarga, untuk tidak jadi berangkat. Uang bisa dicari tapi keselamatan lebih penting,” tulis Inul.
Dalam postingan yang sama, ia berharap ketegangan di Timur Tengah bisa segera berakhir.
Menurut penyanyi asal Jawa Timur ini, gagalnya dia dan keluarga umrah di bulan Ramadan ini menjadi tanda kasih sayang Allah pada diri dan keluarga.
“Allah masih sayang sama aku dan keluarga. Semoga semua kembali baik, inshaa Allah. Semoga jemaah yang tertinggal di Makkah dan Madinah ataupun yang dalam perjalanan pulang diberi kelancaran dan keselamatan,” tulis Inul di postingan yang sama.
Dilansir Tribunnews.com sebelumnya, 58.000 jemaah umrah asal Indonesia yang masih ada di Arab Saudi setelah perang Iran Vs Amerika meletus sejak Sabtu (28/2/2026).
Jubir Kementerian Haji dan Umrah Senin (2/3/2026) Ichsan Marsha mejelaskan jika perang menyebabkan sejumlah penerbangan ditutup.
"58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi," ucap Ichsan.
Jalur udara mengkhawatirkan sehingga membuat maskapai penerbangan membatalkan penerbangan.
Kementerian Luar Negeri mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif.
Kementerian Luar Negeri bersama seluruh Perwakilan RI di kawasan akan terus memantau dan melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap dinamika situasi keamanan, kondisi riil di lapangan, serta langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan guna menyikapi perkembangan situasi ke depan.
Dari data FlightRadar24, penerbangan komersial ke daerah Arab Saudi tidak tampak. Pesawat komersial memilih rute yang menjauh dari lokasi ketegangan.
Bahkan Israel, Iran, Irak, dan Yordania menutup wilayah udara mereka.