Prestasi Andhika Sudarman Penerima Beasiswa LPDP Terseret Dugaan Pelecehan, Ada 3 Poin Klarifikasi
Ferdinand Waskita Suryacahya March 03, 2026 09:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Nama penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Andhika Sudarman kini menjadi sorotan warganet.

Pasalnya, Andhika yang berstatus lulusan Harvard Law Scholl kini tersandung dugaan pelecehan seksual.

Awalnya, dugaan pelecehaan yang dilakukan Andhika Sudarman disuarakan oleh akun X @nishustash.

"Andhika Sudarman, pendiri @DeallsJobs - Jobs, CV & Mentoring dan pendiri @sejutacita_id telah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di bawah umur dan orang dewasa melalui program bimbingan dan perjalanan studinya," tulis akun tersebut dikutip Selasa (3/3/2026).

Akun itu juga melampirkan tangkapan layar berupa pengakuan para korban.

DUGAAN PELECEHAN -Andhika Putra Sudarman, CEO & Founder SejutaCita Indonesia.Daftar prestasi Andhika Sudarman penerima beasiswa LPDP dan lulusan Harvard yang tersandung dugaan pelecehaan. Simak klarifikasinya. (Linkedin Andhika Sudarman)

Tiga Point Klarifikasi

Menanggapi tudingan dugaan pelecehan, Andhika Sudarman akhirnya buka suara.

Melalui akun instagram pribadinya yang terverifikasi, Founder SejutaCita Future Leaders (SFL) Andhika Sudarman menyampaikan tiga poin klarifikasi.

"Saya memahami bahwa ini adalah isu yang serius, dan saya menyampaikannya dengan penuh empati kepada semua pihak yang terlibat.

Dengan kerendahan hati, saya menyampaikan bahwa saya di sini, saya tidak kemana-mana, dan saya tidak akan kemana-mana.

Saya juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap semua tuduhan yang beredar. Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak," tulis Andhika.

Andhika mengatakan evaluasi terhadap program SFL akan dilakukan. sebagai bentuk pertanggungjawaban secara profesional.

Ia menuturkan untuk menjaga objetivitas dan menunjukkan komitmen serius maka seluruh pengelolaan Program SFL akan dipimpin oleh Geraldine Abigail.

"Geraldine Abigail akan memimpin evaluasi dan memastikan kelancaran seluruh tata kelola dan pelaksanaa program SejutaCita. Sebab, kepentingan pihak-pihak yang terlibat di SejutaCita termasuk para peserta, alumni, orang tua dan karyawan merupakan fokus utama SejutaCita.

1. Penyelenggara Program SFL

Program SFL ini dirancang sebagai program pengembangan kepemimpinan berbasis pendekatan partisipatif, dengan tujuan melatih kemandirian, kemampuan pemecahan masalah, dan keberanian mengambil keputusan.

Saya memahami bahwa dalam pelaksanaannya, terdapat pengalaman yang belum sesuai dengan harapan sebagian peserta selama program berlangsung

Atas kekurangan dalam pengelolaan kegiatan dan komunikasi selama program berlangsung, saya menyampaikan permohonan maaf kepada alumni dan orang tua.

2. Tuduhan Komunikasi & Interaksi

Terkait tuduhan yang beredar, saya memahami bahwa ini adalah isu yang sangat serius.

Saya menghargai keberanian setiap pihak yang menyampaikan pengalaman, perhatian, dan kekhawatiran mereka, sebab saya mengerti hal tersebut pasti tidaklah mudah.

Membaca dan mendengar hal tersebut menjadi refleksi penting bagi saya bahwa dalam lingkungan profesional, terlebih dalam program yang melibatkan anak muda, batasan interaksi harus dijaga secara jauh lebih jelas.

Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya.

Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang.

Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada siapa pun yang pernah merasa tidak nyaman dalam interaksi dengan saya. Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur.

Saya tetap membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi secara langsung.

Saya juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap semua tuduhan yang beredar. Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak.

3. Lingkungan Kerja

Saya juga mencermati berbagai pengalaman yang dibagikan oleh mantan rekan kerja di media sosial.

Setiap masukan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi saya.

Kepada siapa pun yang merasa tidak mendapatkan lingkungan kerja yang profesional dan sehat, saya menyampaikan permohonan maaf dan akan memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi.

Saya memahami bahwa kepercayaan tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Namun, saya berkomitmen untuk mendukung perbaikan, agar ke depan program-program yang dijalankan dapat memberikan pengalaman yang lebih aman, profesional, dan bermanfaat bagi seluruh peserta.

Pernyataan HCI

Sedangkan Harvard Club of Indonesia (HCI) telah menyampaikan surat terbuka bahwa Andhika Sudarman telah mengundurkan diri dari komunitas tersebut.

"Dewan Harvard Club of Indonesia (HCI) telah mengetahui tuduhan serius yang baru-baru ini diajukan mengenai salah satu anggota dan mantan Anggota Dewan kami, Andhika Sudarman," tulis HCI.

"Kami menyadari beratnya tuduhan ini dan memahami kekhawatiran mendalam yang ditimbulkannya di dalam komunitas kami dan di luar komunitas," imbuh HCI.

"Kami ingin menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa hubungan Bapak Sudarman dengan Dewan HCI telah diakhiri.
Dewan telah secara resmi menerima surat pengunduran dirinya, dan kami akan bergerak maju dengan tegas untuk menyelesaikan sisa masa jabatan tanpa keterlibatannya. Selain itu, kami melarangnya untuk menyelenggarakan acara apa pun," sambungnya.

Daftar Prestasi

Andhika merupakan CEO sekaligus Founder SejutaCita yang aplikasinya telah diluncurkan pada Desember 2020.

Andhika juga merupakan lulusan Fakultas Hukum Univeristas Indonesia sekaligus lulusan Universitas Harvard pada program Magister Hukum.

Sebelumnya, ia merupakan lulusan SMA Negeri 1 Tanjung.

Andhika sendiri pernah meraih  predikat Juara 1 dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2014 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia juga menjadi anak muda Indonesia yang pertama dalam sejarah  memberikan pidato di hari kelulusan Harvard Law School. 

Andhika merupakan penerima beasiswa LPDP yang lulus dari Harvard University dengan prestasi yang sangat membanggakan.

Prestasi membanggakan ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Melalui akun instagram @smindrawati, Menteri Keuangan Sri Mulyani memamerkan photo ketiga mahasiswa penerima beasiswa LPDP tersebut pada Jumat (12/6/2020).

"Kepada tiga LPDP awardee ini, Saya ucapkan selamat atas prestasi yang sangat membanggakan Indonesia. Teruskan perjuangan kalian dalam memberikan manfaat bagi Indonesia," pesan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun instagram.

Mahasiswa penerima beasiswa LPDP ini memperoleh predikat Dean's Award for Community Leadership.

Andhika juga memenangkan MIT FinTech Hackaton Challenge 2020 dan menjadi pembicara HLS APALSA’s American Democrat Presidential Debate.

Biografi

Dikutip dari TribunnewsWiki, Andhika merupakan anak muda Tanjung Pinang lulusan SMA Negeri 1 Tanjung Pinang, Kepri, yang sebelumnya masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia melalui Ujian Tertulis tahun 2011.

Andhika ini menjadi anak muda Indonesia yang pertama dalam sejarah memberikan pidato di hari kelulusan “HLS” sejak berdirinya pada tahun 1817 silam.

Ia pernah mengikuti banyak organisasi, seperti Harvard Law School (HLS) First Class Law Students Association, HLS Class of 2020, HLS APALSA, Komunitas Indogamers,  AIESEC LC Universitas Indonesia, Klub Recht Taekwondo Univeristas Indonesia, dan lainnya.

Ia bahkan pernah meraih medali Perak pada kompetisi Taekwondo.

Menghabiskan waktu selama 9 bulan di Harvard, Andhika berhasil lulus dengan meraih penghargaan Harvard Law School’s Dean’s Award 2020.

Bahkan, ia juga menjadi pembicara Penutupan Upacara Pembukaan Harvard Law School 2020.

Sebelumnya, sejak awal kuliah, Andhika sudah terpilih menjadi ‘Class Marshal’ di angkatannya.

Hanya terdapat 6 orang Class Masrshal yang mewakili 800 orang.

Class Marshal sendiri merupakan perwakilan kelas yang dipilih melalui eleksi.

Prestasi yang diraihnya merupakan sebuah bukti bahwa ia telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Andhika selalu melakukan apa saja yang ia minati dengan etos kerja yang baik dan dorongan yang kuat untuk berhasil.

Kini, ia telah membangun sebuah platform SejutaCita yang berutujuan untuk memperbanyak akses dalam mengembangkan dan mengeksplorasikan diri untuk anak muda Indonesia. 

Pengalaman lain hingga Pengalaman Kerja Sukarela

Pengalaman

  • SejutaCita Indonesia

-CEO & Founder (Juno 2020 – Sekarang)

  • APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia

-Indonesian Staffer (Oktober 2018 – Agusutus 2019)

  • Allen & Overy

-Associate (Januari 2016 – September 2018)

  • AdaAcara.com

-CEO & Founder (Februari 2015 – Maret 2017)

•Harvard National Model United Nations

-Officiaal Representative of Universitas Indonesia (Mei 2013 – Februari 2015

  • One Young World

-Official Representative of the Republikc of Indonesia (Oktober 2014)

  • Rajah & Tann

-Legal Intern (Agustus 2014 – September 2014)

  • Shanghai Zendai Group

-Intern (Januari 2012 – Februari 2012)

  • Indogamers

-DotA Operator / Forum Moderator / Event Director (2008 – April 2011)

Pengalaman kerja sukarela

  • Indonesia Model United Nations

-Director (2014)

  • Asian Law Students’ Association (ALSA)

-Secretary-General di National English Model United Nations (E-Comp) (2013)

  • AIESEC

-Treasurer for AIESEC university 4 (2012)

  • Business Law Society FH UI

-Project Officer of Musyawarah Besar Business Law Society (September 2011 – November 2011) (1)

Publikasi 

-Kitab Suci Kuliah (September 2019) – PT Elex Media Komputindo

-Masuk PTN itu Gampang? (2017) – PT Gramedia Widiasarana Indonesia

-Indonesia Solar Power Projects: A (Long Awaited) New Regine (22 Agustus 2016) – Ginting  & Reksodiputro in association with Allen & Overy

-Legal Uncertainty in the Constitutional Court's Decisions regarding Article 33 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia [Ketidakpastian Hukum dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Pasal 33 UUD NRI 1945] (Desember 2015) – Ginting  & Reksodiputro in association with Allen & Overy 

Gelar Kehormatan & Penghargaan 

  • Dean’s Award  oleh Harvard Law School (Mei 2020)
  • MIT FinTech Challenge 2020 Hackaton: 2nd RU oleh Matin Trust: Center for MIT Entrepreneurship & Citi (Februari 2020)
  • Honorable Mention, Harvard National Model United Nations oleh Th 61st Harvard National Model united Nations (Februari 2015)
  • 1st Place, Ginting & Reksodiputro Annual Essay Competition 2015 oleh Ginting & Reksodiputro in Association with Allen & Overy (2015)
  • Best Speaker, All Japan National Model United Nations oleh 29th All Japan Model United Nations Managing Office (Desember 2014)
  • 1st Place, The Most Outstanding Student Award of the Republic of Indonesia (Mahasiswa Berprestasi Utama Nasional) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Juli 2014)
  • 1st Place, Soediman Kartohadiprodjo National Law Debate Championship oleh Parahyangan Catholic University (Februari 2013)
  • 1st Place, Asian Law Students' Association LC Universitas Indonesia: Open Submission for Legal Review oleh Asian Law Students' Association LC Universitas Indonesia (2013)
  • 1st Place, Best Delegate on World Trade Organization oleh Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) (2013) 

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Sistem Blacklist KAI Commuter Berhasil Deteksi Terduga Pelaku Pelecehan di KRL
  • Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing, FPTI Copot Sementara Pelatih Kepala
  • Baca juga: Bocah SD di Jaktim Diduga Lakukan Pelecehan Sesama Jenis, Korbannya Anak PAUD hingga Disabilitas
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.