Deretan Fakta Pria Tewas Dianiaya Usai Curi Labu Siam untuk Buka Puasa, Korban Penuhi Permintaan Ibu
khairunnisa March 05, 2026 04:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viral kasus seorang pria berinisial MI (56), warga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan akibat dituduh mencuri labu siam. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sore. Dua hari kemudian, Senin (2/3/2026), MI dinyatakan meninggal dunia di rumahnya. 

Kepala Polsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku berinisial UA (41) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

"Kejadiannya (penganiayaan) pada Sabtu (28/2/2026) sore di depan rumah korban, dan pada Senin kemarin korban meninggal dunia," ujar Usep dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/3/2026). 

Berikut adalah deretan fakta pria di Cianjur tewas usai mengambil labu siam untuk berbuka. 

1. Bermula dari Tuduhan Mengambil Labu Siam 

Menurut keterangan Usep, insiden bermula ketika UA memergoki MI mengambil labu siam di kebunnya. 

Pelaku kemudian mengejar korban hingga ke depan rumah MI. 

Di lokasi tersebut, korban diduga dipukul dan ditendang. 

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka. 

Peristiwa tersebut disaksikan oleh adik korban yang berusaha melerai. 

"Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu lengan, dan hidung berdarah. Korban juga sempat muntah-muntah," tutur Usep. 

Baca juga: Tampang Pria di Cianjur Aniaya Lansia hingga Tewas Perkara 2 Labu Siam, Hajar Korban Berkali-kali

2. Korban Sempat Sempoyongan sebelum Meninggal 

Setelah kejadian, korban disebut sempat menunjukkan dua labu siam yang diambilnya kepada sang adik. 

Namun, kondisinya sudah terlihat lemah dan sempoyongan. Beberapa hari kemudian, korban meninggal dunia. 

Kasus tersebut lalu dilaporkan ke polisi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum. 

"Adik korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut, dan kami langsung menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ucapnya. 

Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian. 

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh. 

"Pada lubang hidung juga terdapat bekas darah dan terdapat benjolan di belakang kepalanya," ujar Usep. 

3. Labu Siam Disebut untuk Buka Puasa

Adik korban, Cucum Suhenda (50), mengatakan kakaknya bekerja sebagai buruh serabutan. 

Ia menyebut MI mengambil labu siam tersebut untuk dimasak sebagai menu berbuka puasa. 

"Bawa labunya dua, 'Ini yang saya curi, tadinya mau dimasak buat buka puasa'. Itu saya menyesal di hati," kata Cucum, dikutip dari TribunJakarta, Rabu (4/3/2026). 

"Puasa dia saat itu, dikasih tau sama korban. 'Ini yang saya curi'. Allahu Akbar," imbuhnya. 

4. Korban Ambil Labu Siam karena Permintaan Ibu 

Adik korban lainnya, Tita (43), menyampaikan bahwa kakaknya mengambil labu siam karena tidak memiliki uang, sementara ibu mereka ingin makan sayur. 

"Labu itu untuk makan emak, emak ingin makan sama sayur. Kakak saya bawa dua biji, baru mau dimasak, (pelaku) datang ke rumah," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Rabu. 

Tita menjelaskan, selama ini korban tinggal bersama ibu mereka yang sudah lanjut usia dan merawatnya sehari-hari. 

5. Sempat Meminta Beras ke Keluarga 

Sebelum meninggal, korban sempat mendatangi rumah Tita untuk meminta beras. 

Tita kemudian memberikan nasi beserta lauk agar bisa langsung dibawa pulang. 

“Selama ini, yang mengurus emak itu kakak saya. Jadi, di rumah ini cuma tinggal berdua. Sudah lama kakak mengurus emak, sejak bercerai,” katanya. 

Setelah kejadian tersebut, Tita berencana mengambil alih perawatan ibunya dan mempertimbangkan untuk membawanya tinggal bersama keluarga di Bogor. 

“Kalau sehari-hari, kakak saya ini tidak bekerja tetap, hanya kerja serabutan, itu pun kalau ada yang menyuruh,” ujar Tita. 

Meski kehilangan kakak yang selama ini merawat ibu mereka, keluarga menyatakan menyerahkan proses hukum kepada aparat dan berharap perkara ini ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.