Tarawih Ukhuwah Terakhir di Subah, Bupati Batang Kucurkan Rp200 Juta untuk Masjid dan TPS Kumejing
M Syofri Kurniawan March 03, 2026 09:09 AM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Tarawih Ukhuwah di Desa Kumejing, Kecamatan Subah, bukan sekadar agenda silaturahmi Ramadan. 

Kegiatan yang digelar di Masjid Baitus Shiddiqin berubah menjadi forum solusi konkret ketika Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menggelontorkan bantuan total Rp200 juta untuk pembangunan masjid dan pengelolaan sampah desa, Senin (2/3/2026) malam.

Diketahui Bupati Batang sudah melakukan Safari Tarawih Ukhuwah sebanyak lima kali di lima Kecamatan di Kabupaten Batang.

Baca juga: Kondisi Darurat Serius, Disdikbud Batang Sebut Adanya Kekurangan 1.000 Guru

Di tengah suasana khusyuk tarawih, Kepala Desa Kumejing, Nicam Sebastian, memanfaatkan momentum kehadiran jajaran Forkopimda untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan. 

Bupati Batang mengatakan bahwa Masjid Baitus Shiddiqin yang menjadi pusat aktivitas keagamaan warga terakhir direnovasi besar sekitar 11 tahun lalu.

“Masjid ini punya nilai sejarah bagi warga. Sudah lama belum tersentuh renovasi besar,” kata Faiz kepada Tribunjateng.

Tak hanya soal rumah ibadah, Nicam juga menyoroti persoalan mendesak terkait rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). 

Dana desa yang tersisa sekitar Rp100 juta dinilai belum cukup karena terkendala mahalnya pembangunan akses jalan menuju lokasi TPS.

“Kami khawatir kalau tidak segera dibangun, warga kembali buang sampah ke sungai atau tebing,” ucapnya.

Curhatan itu langsung direspons cepat oleh M. Faiz Kurniawan. 

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan diselingi canda, ia memastikan dua bantuan masing-masing Rp100 juta.

“Untuk Masjid Baitus Shiddiqin kita bantu Rp100 juta akhir tahun ini. TPS juga kita bantu Rp100 juta karena ini menyangkut kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas yang sudah ada. 

Ia menyarankan agar masjid dimaksimalkan untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan seperti majelis taklim, ketimbang membangun gedung baru yang belum mendesak.

Menariknya, suasana resmi sempat mencair ketika Bupati berkelakar dengan kepala desa, bahkan berbagi doa yang ia sebut sebagai ijazah turun-temurun sebagai penyemangat dalam memimpin desa.

Namun di balik suasana akrab itu, terselip pesan serius. 

Bupati menegaskan bahwa pendidikan menjadi kunci masa depan generasi muda desa. 

Ia mengingatkan agar tidak ada anak yang putus sekolah, terlebih pemerintah telah menyiapkan berbagai program penunjang seperti sekolah gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga bantuan seragam bagi siswa baru SD dan SMP, termasuk MI dan MTs.

“Kesempatan sudah ada. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk mengangkat derajat keluarga,” pesannya.

Safari Tarawih di Kumejing pun menjadi contoh bagaimana ruang ibadah dapat menjadi ruang dialog dan pengambilan keputusan. 

Dari masjid, lahir komitmen nyata untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membenahi lingkungan demi kualitas hidup warga yang lebih baik. (Ito)

Baca juga: Pemkab Batang Gandeng Kemenkeu dan Buka Karpet Merah untuk Kontraktor Lokal, Siapkan Rp 300 Miliar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.