Cap Go Meh Manado Digelar Hari Ini Selasa 3 Maret 2026, Berikut Rute yang akan Dilalui para Tangsin
Indry Panigoro March 03, 2026 10:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perayaan Cap Go Meh kembali akan mengguncang Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada hari ini Selasa 3 Maret 2026.

Kegiatan tahunan tersebut dipusatkan di kawasan Kampung Cina yang akan melewati Kelenteng Ban Hing Kiong Manado.

Kelenteng Ban Hing Kiong berjarak sekira 3 kilometer dari Kantor Wali Kota Manado. 

Dari Bandara Sam Ratulangi berjarak sekira 9 kilometer.

Cap Go Meh tahun ini diperkirakan akan banjir penonton.

Tak hanya masyarakat lokal, warga dari berbagai daerah hingga wisatawan mancanegara juga diprediksi hadir menyaksikan kemeriahan tradisi ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Manado, rute arak-arakan Cap Go Meh tahun ini masih mengacu pada pola tahun sebelumnya, yakni berbentuk “kupu-kupu” dengan sedikit penyesuaian.

Arak-arakan para tangsin hingga baronsai akan dimulai dari depan Kelenteng Ban Hin Kiong, kemudian melintasi kawasan Pecinan, Toko Tek Ho Long, Calaca, SMA YPKM, New Bendar, Toko Indrajaya, lalu berputar kembali ke area Pecinan dan berakhir di titik awal, depan Kelenteng Ban Hin Kiong.

Arak arakan Cap Go Meh terdiri dari barisan non ritual serta ritual. 

Barisan ritual terdiri dari kereta hias, kuda Lo Tjia, pikulan, Kiong serta Tangsin. 

Direstui Digelar di Jalan Raya

Ketua Kelenteng Ban Hing Kiong, Jemmy Binsar, menegaskan bahwa Cap Go Meh direstui untuk digelar di jalan raya.

"Pelaksanaannya pada tanggal 3 Maret 2026,” ujarnya.

Kepastian itu diperoleh dalam prosesi mohon petunjuk melalui ritual Poa Pwe di Kelenteng Ban Hing Kiong.

Dalam prosesi tersebut, kayu Poa Pwe hanya dilempar satu kali dan menunjukkan posisi satu terbuka serta satu tertutup tanda direstui.

Menurut Binsar, pelaksanaan tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir perayaan dapat berlangsung tiga kali berturut-turut di jalan raya.

“Tahun depan kita berharap dapat keluar lagi,” katanya.

Ketua PTITD Komda Sulut, Fery Sondakh, menambahkan bahwa digelarnya Cap Go Meh di jalan raya dipercaya membawa keselarasan.

“Istilahnya pembabaran dunia baru. Keselarasan akan tercipta antara manusia dan alam, manusia dengan manusia, dan lainnya,” ujarnya. (Art) 

Apa Itu Cap Go Meh?

Cap Go Meh adalah puncak sekaligus penutup dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ke-15 bulan pertama kalender Lunar.

Secara harfiah, istilah ini berasal dari dialek Hokkian: Cap berarti sepuluh, Go berarti lima, dan Meh berarti malam, yang secara keseluruhan bermakna "malam ke-15"

Dikenal secara internasional sebagai Lantern Festival atau Yuanxiao Jie, di mana menyalakan lampion melambangkan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.

(TribunManado.co.id/Art)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.