Profil Mansoureh Khojasteh, Istri Ali Khamenei Tewas Akibat Serangan AS-Israel, Sempat 3 Hari Koma
Moch Krisna March 03, 2026 10:32 AM

 





TRIBUNSUMSEL.COM --
Iran kembali berduka di tengah bara peperangan yang kian membara. 

Menyusul tewasnya sang Pemimpin Tertinggi, kini Mansoureh Khojasteh istri Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia setelah tiga hari berjuang melewati masa kritis.

 Luka serius yang dideritanya menjadi saksi bisu kedahsyatan serangan udara "Operation Epic Fury" yang diluncurkan AS dan Israel pada Sabtu lalu.

Berusia 78 tahun kepergian Khojasteh menambah daftar korban dari lingkaran terdalam kepemimpinan Iran, memperdalam krisis politik dan militer yang kini mengguncang Timur Tengah.

Khamenei sendiri tewas saat serangan bersama putri, menantu dan cucunya.

Menurut laporan media Iran, serangan presisi pada Sabtu menyasar kantor sekaligus kediaman resmi Pemimpin Tertinggi di Teheran.

Khojasteh berada di lokasi saat serangan terjadi dan mengalami luka kritis sebelum akhirnya meninggal dunia setelah tiga hari dirawat dalam kondisi koma.

Ia menikah dengan Khamenei sejak 1964 dan dikenal menjaga profil rendah selama lebih dari enam dekade kepemimpinan suaminya.

Kematian pasangan yang telah bersama lebih dari 60 tahun itu menandai berakhirnya sebuah era dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.

Namun, guncangan terbesar bagi Teheran bukan hanya kehilangan simbolis, melainkan musnahnya struktur komando militer dan politik mereka dalam satu serangan presisi tunggal yang diklaim Trump.

Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News, membeberkan detail mengejutkan mengenai serangan maut tersebut.

Trump mengeklaim bahwa intelijen AS berhasil melacak pertemuan rahasia tingkat tinggi yang dihadiri oleh 49 pemimpin paling senior Iran bersama pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Pertemuan tersebut dilakukan pada Sabtu pagi dalam sebuah sesi sarapan bersama lingkaran dalam Khamenei.

Mereka memilih waktu siang hari karena berasumsi AS tidak akan berani menyerang di siang bolong.

"Mereka pikir mereka aman karena hari terang benderang. Tapi kami mendapatkan mereka semua. Posisi kedua, ketiga, hingga ke-49, semuanya tewas," ujar Trump melansir dari Wartakotalive.com.

 

Daftar Jenderal dan Pejabat yang Tewas

Operasi ini secara efektif memenggal kepala rezim Teheran. Nama-nama besar yang dikonfirmasi tewas meliputi:

  • Letjen Abdolrahim Mousavi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata.
  • Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
  • Mayjen Mohammad Pakpour: Komandan elit IRGC.
  • Ali Shamkhani: Penasihat pertahanan senior.
  • Keluarga Inti: Termasuk putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-laki Khamenei.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.