SURYA.co.id SURABAYA - Puncak arus mudik di Terminal Purabaya Surabaya, Jatim, diperkirakan akan terjadi dua kali di hari yang berbeda.
Namun kepadatan penumpang akan meningkat signifikan pada Selasa (17/3/2026) dan Jumat (20/3/2026).
Tanggal pertama adalah hari terakhir masuk kerja sebelum cuti bersama Libur Nyepi. Yakni pada 18 Maret adalah cuti Nyepi yang diikuti libur nasional Hari Nyepi pada 19 Maret 2026.
Diperkirakan pada 17 Maret 2026 sore makin banyak penumpang Moda transportasi bus yang memadati Terminal Purabaya, terminal terbesar di Indonesia Timur yang berlokasi di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jatim.
"Hari itu bersamaan hari kerja terakhir dan jelang libur cuti Nyepi," kata Plt Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purabaya Verie Sugiharto kepada surya.co.id, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Mudik Lebaran 2026 Gratis Via Darat dan Laut di Jatim, Ada 7.000 Kuota, Ini Rute dan Cara Daftarnya
Saat itu bertepatan dengan H-4 Lebaran Idul Fitri jika Lebaran jatuh pada 21 Maret 2026. Diperkirakan pada puncak arus mudik hari pertama itu akan ada 32.317 penumpang yang akan memilih moda bus.
Sementara puncak arus mudik kembali akan terjadi pada H-1 Lebaran atau pada 20 Maret 2026. Pegawai, karyawan, buruh dan warga luar Surabaya yang bekerja di Kota Pahlawan ini akan memilih mudik pada H-1 Lebaran.
Verie memperkirakan Terminal Purabaya pada H-1 pada hari Jumat itu akan dipadati 42.035 penumpang. Dia bersyukur dengan terpecahnya puncak arus mudik menjadi dua waktu.
"Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik. Aman dan nyaman. Jangan sampai ada penumpukan penumpang. Semua harus terangkut," kata Verie.
Pengelola terminal di bawah Kementerian Perhubungan tersebut akan bekerja sama dengan pihak keamanan dan jajaran terkait untuk menjamin layanan arus mudik.
Berkoordinasi dengan pihak keamanan dan kepolisian dan pemerintah daerah setempat.
Selain mendirikan posko layanan, khusus arus mudik di Terminal Purabaya akan ditingkatkan layanan. Petugas keamanan yang melekat di Purabaya selama ini akan makin ditingkatkan mobilitasnya.
Termasuk salah satu yang menjadi perhatian serius adalah praktik calo tiket.
Pastikan calon penumpang paham jurusan bus dan PO yang melayani mudik.
"Jika belum paham, minta petugas berseragam dinas Perhubungan atau petugas keamanan diantarkan beli tiket jika belum membeli tiket dan tidak paham jurusan bus. Atau langsung ke pusat layanan informasi di lobi utama Purabaya," kata Verie.
Terminal Purabaya Surabaya juga diprediksi akan mengangkut 538.778 penumpang selama arus mudik Lebaran 2026. Arus mudik rencananya ditetapkan mulai H-8 hingga H+8.
Jika Lebaran Idul Fitri diperkirakan Sabtu (21/3/2026), maka arus mudik dimulai pada 13 Maret 2026 hingga arus balik pada 29 Maret 2026. Seminggu menjelang mudik dan seminggu balik mudik.
Sesuai hitung-hitungan yang dilakukan pihak Terminal Purabaya dengan mencermati indikasi pergerakan penumpang harian dan penumpang Lebaran sebelumnya, penumpang selama arus mudik dan balik bisa mencapai 538.778 penumpang.
Naik 18 persen dibanding Lebaran 2025. "Ini sifatnya prediksi. Sebab banyak BUMN dan banyak instansi juga menggelar mudik gratis. Tapi banyak penumpang memilih bus umum karena bisa berangkat kapan pun. Apalagi sekarang bus makin nyaman," kata Verie.
Dia menguraikan pergerakan bus di Terminal Purabaya juga akan meningkat dan padat pada arus mudik. Diprediksi akan ada dua ribuan bus tiba dan berangkat di Terminal Purabaya setiap hari.
Rinciannya diperkirakan bus yang tiba di kedatangan saat arus mudik sebanyak 1.100 bus per hari. Sementara bus yang beroperasi di keberangkatan Terminal Purabaya diperkirakan mencapai 1.200 armada.
Sementara untuk pergerakan penumpang pada arus mudik diperkirakan mencapai 68.000-an penumpang. Diprediksi akan ada 25.000 penumpang per hari di kedatangan dan 42.000-an penumpang per hari di keberangakatan