TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini rute perayaan Cap Go Meh yang digelar di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa 3 Maret 2026.
Cap Go Meh merupakan perayaan yang menandai akhir dari seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek.
Tepatnya pada hari ke-15 bulan pertama kalender lunar.
Diprediksi, akan terjadi peningkatan volume kendaraan dan warga pada momen perayaan tahunan tersebut.
Untuk menghindari terjadinya kemacetan akibat penumpukan kendaraan di sejumlah titik pusat keramaian, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Manado pun melakukan rekayasa arus lalu lintas.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama rangkaian perayaan berlangsung.
Apalagi perayaan tahun ini berlangsung bertepatan dengan bulan puasa Ramadan.
Jalan mana saja yang dialihkan atau ditutup sementara?
Simak selengkapnya yang dirangkum Tribun Manado.
Rekayasa Lalu Lintas untuk Wilayah Utara Manado:
Bagi pengendara yang akan menuju wilayah utara, arus lalu lintas akan diarahkan melalui Jalan Sudirman menuju kawasan Tugu Zero Point.
Selanjutnya kendaraan diarahkan belok kanan ke Jalan Sam Ratulangi, lurus menuju Tugu Worang hingga ke Jumbo Pasar Swalayan di Jalan Rumambi.
Kendaraan lalu diarahkan menuju kawasan Pelabuhan hingga Kalimas melalui Jalan Nusantara, kemudian belok kiri ke Lorong Happy.
Kemudian belok kiri lagi ke Jembatan Megawati, dan lurus hingga ke Bundaran Singkil melalui Jalan Hasanuddin.
Apabila terjadi peningkatan volume kendaraan di sekitar Tugu Zero Point, pengendara disarankan belok kiri ke Jalan Sarapung, kemudian ke Jalan Sam Ratulangi dan berbelok ke Jalan Piere Tendean hingga menuju Jembatan Soekarno.
Sementara jika terjadi kemacetan dari arah Jalan Sudirman menuju Zero Point, kendaraan akan dialihkan dengan belok kanan ke Jalan Dotulong mengarah ke kawasan TKB, kemudian belok kiri ke Tugu Walorang dengan sistem contraflow, selanjutnya belok kanan melewati Jumbo menuju Pelabuhan hingga Kalimas melalui Jalan Nusantara.
Rekayasa Lalu Lintas untuk Wilayah Selatan Manado:
Bagi pengendara yang hendak menuju wilayah selatan, arus lalu lintas akan diarahkan melalui Jalan Hasanuddin menuju Bundaran Singkil, kemudian belok kiri ke Jalan Ari Lasut.
Selanjutnya lurus dan belok kanan melewati Hotel Metropol di Jalan Patimura Mahakam.
Kendaraan kemudian diarahkan lurus dan belok kanan ke Jalan Cokroaminoto, melewati Jembatan Mahakam, belok kiri ke Jalan Maramba, lurus hingga akhirnya belok kiri ke Jalan Walanda Maramis.
Siapkan Jalur Evakuasi:
Selain rekayasa arus utama, Satlantas Polresta Manado juga menyiapkan jalur evakuasi yang berlokasi di Jalan S Parman.
Jalur ini melewati Polsek Wenang, belok kiri ke Jalan Walanda Maramis, kemudian belok kanan melewati Hotel Plaza di Jalan Sutomo, dan kembali terhubung ke Jalan Sudirman.
Kasat Lantas Polresta Manado, AKP Angelico Sulu, menjelaskan rekayasa lalu lintas ini telah melalui pertimbangan seperti mempersingkat waktu untuk iring-iringan pawai yang melintas di Jalan KS Tubun dan Jalan Cik Di Tiro Kelurahan Istiqlal yang mayoritas warganya beragama muslim.
"Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan masyarakat yang akan berbuka puasa di bulan suci Ramadan," ujar AKP Angelico Sulu, dalam keterangan resminya, yang diterima Tribun Manado, Senin (2/3/2026).
Angelico menjelaskan pihaknya telah menyiapkan beberapa skema pengalihan arus yang akan diberlakukan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keamanan bersama selama perayaan Cap Go Meh berlangsung," sebutnya.
Rute Cap Go Meh
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Manado, rute arak-arakan Cap Go Meh tahun ini masih mengacu pada pola tahun sebelumnya, yakni berbentuk “kupu-kupu” dengan sedikit penyesuaian.
Arak-arakan para tangsin hingga baronsai akan dimulai dari depan Kelenteng Ban Hin Kiong.
Kemudian melintasi kawasan Pecinan, Toko Tek Ho Long, Calaca, SMA YPKM, New Bendar, Toko Indrajaya, lalu berputar kembali ke area Pecinan dan berakhir di titik awal, depan Kelenteng Ban Hin Kiong.
Arak arakan Cap Go Meh terdiri dari barisan non ritual serta ritual.
Barisan ritual terdiri dari kereta hias, kuda Lo Tjia, pikulan, Kiong serta Tangsin.
(TribunManado.co.id/Fer/Art)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK