TRIBUNNEWS.COM - Tiga laga beruntun yang bertemakan "balas dendam" akan dilakoni Arsenal sebelum menjalani duel penentuan gelar juara melawan Manchester City di Stadion Etihad, Sabtu (18/4/2026) mendatang.
Tak bisa dipungkiri, persaingan gelar Liga Inggris musim ini kembali tertuju pada dua klub.
Yakni Arsenal yang dilatih Mikel Arteta, melawan Manchester City besutan Pep Guardiola.
Jika menengok klasemen Liga Inggris, Arsenal masih memimpin jalur terdepan perburuan gelar juara Liga Inggris.
Dengan koleksi 64 poin dari 29 laga, Arsenal unggul lima angka dari Manchester City selaku runner-up.
Posisi Arsenal jelas belum sepenuhnya aman, apalagi Manchester City masih punya satu tabungan laga sisa.
Dengan menyisakan kurang dari 10 laga lagi, Arsenal harus tampil habis-habisan jika ingin memenangkan gelar Liga Inggris musim ini.
Baca juga: 10 Pekan Penderitaan Arsenal Menuju Gelar Juara, Pundit Liga Inggris Cukup Optimis
Menariknya, Arsenal dan Manchester City masih punya satu pertempuran yang belum dihelat di Liga Inggris musim ini.
Dan pertempuran kedua antara kedua tim itu baru dijadwalkan pada tanggal 18 April 2026 mendatang di kandang Manchester City.
Laga Manchester City vs Arsenal itulah yang diyakini akan menjadi momen penentuan gelar kedua tim tersebut.




















Menariknya, sebelum bertemu pada laga tersebut, baik Arsenal dan Manchester City masih akan memainkan laga lain terlebih dahulu di kompetisi yang berbeda-beda.
Fakta bahwa kedua tim masih aktif berkompetisi di empat ajang berbeda, membuat Arsenal dan Manchester City punya jadwal yang padat di akhir musim ini.
Contohnya Arsenal.
Sebelum bertemu Manchester City di Stadion Etihad, Arsenal punya tiga jadwal laga yang menarik di Liga Inggris.
Masing-masing melawan Brighton (Away/5 Maret), Everton (Home/15 Maret) dan Bournemouth (Home/11 April).
Jika menilik hasil yang didapatkan Arsenal saat menjalani tiga laga melawan ketiga tim tersebut.
Arsenal diketahui meraih hasil yang kurang maksimal, lantaran tidak mampu meraih kemenangan pada tiga laga tersebut.
Saat bertandang ke markas Brighton, Arsenal hanya mampu mencuri satu poin, setelah bermain imbang 1-1.
Lalu saat menghadapi Everton di kandang sendiri, Arsenal juga cuma bisa bermain imbang tanpa gol.
Hasil lebih tragis didapat Arsenal saat menjamu Bournemouth di Emirates, di mana Meriam London kalah 1-2.
Berkaca dari rentetan hasil negatif tersebut, tak salah jika menyebut tiga laga kedepan yang dihadapi Arsenal di Liga Inggris, bertemakan balas dendam.
Jika musim lalu, Arsenal gagal memaksimalkan tiga laga tersebut yang berujung kegagalan menjuarai Liga Inggris.
Maka pada musim ini, Arsenal perlu memanfaatkannya untuk meraih poin sempurna, demi bisa mendekatkan diri mereka dengan gelar juara Liga Inggris.
Andai bisa menyapu bersih tiga laga berikutnya dengan kemenangan, Arsenal bakal makin percaya diri ketika bertandang ke markas The Citizens pada laga pekan 32, pertengahan bulan April mendatang.
Pada waktu bersamaan, Manchester City punya jadwal dengan jumlah yang sama dengan Arsenal di Liga Inggris.
Yakni melawan Nottingham Forest (Home), West Ham (Away), dan Chelsea (Away).
Meskipun secara lawan, laga yang dihadapi Manchester City lebih mudah, patut diingat bahwa The Citizens punya tantangan lebih besar di luar kompetisi Liga Inggris, andai dibandingkan dengan Arsenal.
Di Piala FA, jika Arsenal hanya berhadapan dengan Mansfield Town di ronde kelima, maka Manchester City jumpa Newcastle.
Lalu di Liga Champions, Arsenal bertemu Bayer Leverkusen, Manchester City jumpa dengan Real Madrid di 16 besar.
Sementara di Piala Carabao, pertempuran antara Arsenal vs Manchester City diprediksi akan memberikan dorongan mental bagi tim yang memenangkan laga tersebut.
So, menarik untuk melihat seperti apa akhir cerita dari persaingan gelar juara Liga Inggris akhir musim ini?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)