Muhammadiyah Idul Fitri 20 Maret 2026, Pemerintah Sidang Isbat 19 Maret 2026
Array A Argus March 03, 2026 01:54 PM

TRIBUN-MEDAN.COM,- Perayaan Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Pada tahun ini, perhatian publik tertuju pada penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah, terutama karena adanya perbedaan metode penentuan antara organisasi keagamaan dan pemerintah.

Meski demikian, semangatnya tetap sama, yaitu merayakan kemenangan dan kembali kepada fitrah.

Menurut data yang ada, Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah sejak jauh hari.

Baca juga: Cap Go Meh dan Tradisi Tatung: Ritual Sakral Simbol Komunikasi Budaya

Sejumlah personil Polres Pematangsiantar melakukan pengamanan di berbagai lokasi Sholat Idul Fitri 1446 H di Kota Pematangsianta, Senin (31/3/2025). Pengaturan parkir dan arus lalu lintas menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan ibadah bagi masyarakat.
Sejumlah personil Polres Pematangsiantar melakukan pengamanan di berbagai lokasi Sholat Idul Fitri 1446 H di Kota Pematangsianta, Senin (31/3/2025). Pengaturan parkir dan arus lalu lintas menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan ibadah bagi masyarakat. (IST)

Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025, Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Penetapan ini menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sehingga jadwalnya bisa ditentukan lebih awal tanpa menunggu hasil rukyatul hilal.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih menunggu pelaksanaan sidang isbat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah akan digelar pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah.

Baca juga: Tata Cara Sholat Khusuf Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Puncaknya Bisa Dilihat Jelang Buka Puasa

Sidang tersebut dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Berbeda dengan sidang awal Ramadan yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, kali ini penetapan Idul Fitri dilakukan di kantor pusat Kemenag.

"Sidang isbat 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadhan 1447 Hijriah," kata Abu Rokhmad, dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Perbedaan metode antara Muhammadiyah dan pemerintah bukan hal baru dalam penentuan Idul Fitri.

Baca juga: Waktu Terbaik Mengamati Gerhana Bulan 3 Maret 2026 dan Cara Shalat Gerhana atau Shalat Khusuf

Muhammadiyah menggunakan pendekatan hisab atau perhitungan astronomi, sementara pemerintah menggabungkan hisab dan rukyat melalui sidang isbat.

Meski terkadang menghasilkan tanggal yang berbeda, masyarakat diharapkan tetap saling menghormati dan menjaga persatuan.

Selain penetapan tanggal, masyarakat juga menantikan informasi terkait libur nasional.

Biasanya, pemerintah menetapkan hari libur nasional Idul Fitri setelah hasil sidang isbat diumumkan secara resmi. 

Libur nasional ini penting karena menjadi waktu berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi, serta saling memaafkan di momen Idul Fitri 1447 Hijriah.

SALAT ID: Suasana ribuan warga kota Medan antusias sholat idul Fitri pertama di lapangan merdeka usai di revitalisasi, Minggu, (31/3/2025)
SALAT ID: Suasana ribuan warga kota Medan antusias sholat idul Fitri pertama di lapangan merdeka usai di revitalisasi, Minggu, (31/3/2025) (TRIBUN MEDAN/HAIKAL FARIED HERMAWAN)

Baca juga: Resep Gulai Udang Selada Air untuk Menu Sahur Bersama Keluarga

Pada akhirnya, baik yang mengikuti keputusan Muhammadiyah maupun hasil sidang isbat pemerintah, tujuan Idul Fitri tetap sama: mempererat ukhuwah dan meningkatkan ketakwaan.

Idul Fitri bukan hanya tentang tanggal, tetapi tentang makna kembali suci dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia.

Ringkasan libur kalender Maret 2026

Mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, berikut tanggal merah kalender Maret 2026 dan cuti bersama Maret 2026:

  • Rabu, 18 Maret 2026 – Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
  • Kamis, 19 Maret 2026 – Libur Nasional Hari Suci Nyepi
  • Jumat, 20 Maret 2026 – Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H
  • Sabtu, 21 Maret 2026 – Libur Nasional Idul Fitri 1447 H
  • Minggu, 22 Maret 2026 – Libur Nasional Idul Fitri 1447 H
  • Senin, 23 Maret 2026 – Cuti Bersama Idul Fitri
  • Selasa, 24 Maret 2026 – Cuti Bersama Idul Fitri

Dengan susunan tersebut, masyarakat berpeluang menikmati libur panjang hingga tujuh hari berturut-turut. Rangkaian ini menjadikan kalender Maret 2026 sebagai salah satu bulan dengan libur terpanjang sepanjang tahun.

Cuti bersama dan libur Lebaran 2026

Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 ditetapkan jatuh pada:

  • Sabtu, 21 Maret 2026
  • Minggu, 22 Maret 2026

Sementara itu, cuti bersama Lebaran 2026 ditetapkan pada:

  • Jumat, 20 Maret 2026
  • Senin, 23 Maret 2026
  • Selasa, 24 Maret 2026

Karena bertepatan dengan akhir pekan, libur Nyepi, dan diapit cuti bersama, libur Lebaran 2026 terasa lebih panjang.

Mengetahui jadwal Lebaran sejak awal penting agar masyarakat bisa merencanakan mudik, memesan tiket perjalanan, serta mengatur cuti kerja dengan lebih matang.

Jadwal WFA Lebaran 2026

Selain libur nasional, pemerintah juga menetapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN melalui Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026.

ASN dapat bekerja fleksibel selama lima hari kerja pada Maret 2026, yaitu:

  • 16–17 Maret 2026, dua hari sebelum libur Nyepi
  • 25–27 Maret 2026, tiga hari setelah libur Lebaran

Kebijakan ini diharapkan membantu kelancaran arus mudik sekaligus menjaga layanan publik tetap berjalan.

Pemerintah juga mengimbau perusahaan swasta menerapkan skema kerja fleksibel serupa sesuai kebutuhan operasional.(tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.