TRIBUNPEKANBARU.COM - Pelaksanaan pengadaan tanah pembangunan Fly Over Simpang Panam mulai bergulir tahun 2026 ini.
Ada rencana pembangunan fisik fly over tersebut bakal bergulir pada tahun 2027 mendatang.
Pembangunan fly over ini mencegah padatnya arus lalu lintas dari arah jalur keluar Tol Pekanbaru-Bangkinang. Adanya pembangunan ini juga mencegah kemacetan di perbatasan Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar.
Luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan fly over satu simpang tersibuk di Kota Pekanbaru ini mencapai 9.749 meter persegi. Jumlah bidang tanah yang masuk kawasan pembangunan fly over mencapai 92 bidang tanah.
Lokasi pembangunan Fly Over Panam ini berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Bina Widya meliputi Kelurahan Simpang Baru. Selanjutnya Kecamatan Tuah Madani meliputi Kelurahan Tuah Madani dan Kelurahan Tuah Madani.
Sosialisasi persiapan pelaksanaan pengadaan tanah Fly Over Simpang Panam berlangsung di Kantor Camat Bina Widya, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pekanbaru serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR -PKPP) Provinsi Riau.
Ada juga sejumlah pihak seperti Polresta Pekanbaru, Kejaksaan Negeri Pekanbaru dan Pengadilan Negeri Pekanbaru. Para pemilik lahan di lokasi pembangunan Fly Over Panam juga hadir dalam sosialisasi tersebut.
Kepala BPN Pekanbaru, Muji Burohman mengingatkan agar pemilik tanah harus hadir langsung dalam pengukuran tanah. Ia mengimbau agar jangan sampai pemilik memberikan kuasa ketika proses pengukuran tanah berlangsung.
"Jangan diwakilkan saat pengukuran tanah, sebab bisa salah hitung atau lokasinya bergeser dari semestinya," terangnya.
Menurutnya, kehadiran pemilik tanah saat proses pengukuran tanah sangat penting. Para pemilik juga bisa mematok terlebih dahulu tanah yang bakal diukur oleh tim satgas.
"Ketika semua tetangga hadir, pasti diukur agar tahu luasnya berapa dan batasnya dimana saja," jelasnya.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR -PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 30 Miliar.
Ada pihak Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) melakukan apraisal untuk mengitung nilai ganti terhadap tanah dan bangunan.
"Setelah itu, nanti dilakukan musyawarah bersama masyarakat," ujarnya.
Tahapan pembangunan Fly Over Panam sudah berlangsung sejak 2023 silam. Mereka memulainya dengan melakukan studi kelayakan dan konsultasi publik.
Khairul menyampaikan bahwa pembebasan lahan harus tuntas pada tahun ini. Hal ini bertujuan agar proses pembangunan fisik fly over berlangsung pada tahun 2027 mendatang.
"Pembangunan fisik akan dibangun Kementrian PUPR, sedangkan pembebasan lahan jadi tanggung jawab dari Dinas PUPR-PKPP Riau," terangnya.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)