Efek Perang Iran Terhadap Bisnis Umrah di Solo : Penerbangan Transit Tertunda, Direct Masih Lancar
Putradi Pamungkas March 03, 2026 12:31 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Imbas perang Iran berdampak pada pembatalan sejumlah penerbangan umrah termasuk yang terjadi di kota Solo.

Kondisi ini menimpa terutama rute transit atau non-direct.

Meski begitu, penerbangan direct, seperti Garuda Indonesia, relatif aman dan tetap lancar.

“Untuk pesawat yang direct seperti Garuda Alhamdulillah keberangkatan dan kepulangan masih lancar. Tapi kalau pesawat-pesawat yang transit terutama di Doha (Qatar), Emirat itu memang tidak bisa diberangkatkan maupun dipulangkan jamaahnya,” ujar Her Suprabu, Ketua HIMPUH Solo, saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

TERDAMPAK PERANG - Ketua Persaudaraan Pengusaha umrah dan Haji (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, ditemui beberapa waktu lalu. Perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini berimbas pada jamaah umrah asal Indonesia, termasuk dari Solo.
TERDAMPAK PERANG - Ketua Persaudaraan Pengusaha umrah dan Haji (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, ditemui beberapa waktu lalu. Perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini berimbas pada jamaah umrah asal Indonesia, termasuk dari Solo. (TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO)

Dampak Perang Iran pada Jamaah umrah Solo

Perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat sejumlah jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah umrah asal Solo terganggu.

 Her Suprabu menambahkan, beberapa grup jamaah masih menunggu kepulangan hingga tiga hari terakhir.

“Ini yang berangkat kan masih di Indonesia, yang pulang ini kan mereka menunggu sudah ada 3 hari ini yang belum pulang juga ada,” lanjutnya.

Di biro yang dipimpinnya, tercatat tiga grup umrah masih terhambat penerbangannya karena standar keamanan tinggi pada maskapai transit.

Baca juga: Imbas Perang Iran, Pengusaha Travel Umrah di Solo Keluar Biaya Tambahan Demi Ubah Jadwal Perjalanan

Perbedaan Penerbangan Direct dan Transit

Her Suprabu menegaskan bahwa pembatalan terutama terjadi pada pesawat transit, sedangkan penerbangan direct relatif lancar.

Hal ini membuat biro travel menyesuaikan strategi dengan memindahkan jamaah transit ke rute direct bila memungkinkan.

“Ada yang tidak mau ikut rute direct, ya gapapa, kita jadwalkan ke lain kesempatan. Tapi tingkat pembatalan masih di bawah 5 persen, misal satu grup 45 jamaah, yang batalin ya 5 jamaah dan lainnya tetap diberangkatkan,” jelasnya.

Biaya Tambahan dan Strategi Travel

Situasi ini juga memaksa pengusaha perjalanan haji dan umrah menanggung biaya tambahan untuk merubah jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah.

“Pastinya, dengan re-rute pasti kan ada selisih harga tiket. Tapi fokus kita tetap berangkatkan jamaah dulu karena kita mengejar hotel dan visa yang bisa hangus. Nanti kalkulasinya kita lihat dan butuh proses,” tegas Her.

Baca juga: Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Jemaah Umroh dari Solo Belum Bisa Pulang, Sudah Tertahan 3 Hari

Her Suprabu menambahkan, koordinasi antar biro sangat penting untuk memastikan keselamatan jamaah dan meminimalkan kerugian akibat pembatalan penerbangan.

Meski sebagian jamaah was-was akibat perang Iran, sebagian besar tetap diberangkatkan.

Beberapa memilih menjadwalkan ulang keberangkatan untuk menyesuaikan situasi.

“Ya nggak lah kalau umrah ini kan memang panggilan. Karena berangkat ini kan pasti ibadah dan ibadah pasti diniati untuk ibadah. Tapi kalau situasi kondisi seperti ini dikembalikan ke jamaahnya karena di tempat saya ada beberapa jamaah yang memilih menjadwalkan ulang keberangkatan,” jelasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.