TRIBUNCIREBON.COM - Ramadhan disebut sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan dilipatgandakannya pahala, serta bulan di mana pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.
Oleh karena itu, menyambut Ramadhan 1447 H dengan rasa gembira dan penuh syukur merupakan sikap yang dianjurkan, karena kegembiraan itu menunjukkan cinta seorang hamba terhadap ibadah dan ketaatan.
Khutbah Jumat 6 Maret 2026 yang bertepatan dengan awal Ramadhan 1447 H mengangkat tema “Bergembira dan Mensyukuri Nikmat di Bulan Ramadhan”.
Tema khutbah Jumat hari ini menjadi pengingat bagi jamaah bahwa Ramadhan adalah hadiah besar dari Allah SWT, kesempatan emas untuk meraih ampunan dan keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Keutamaan ini menunjukkan betapa besar nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya di bulan Ramadhan, sehingga sudah sepatutnya kita menyambutnya dengan hati yang bersyukur dan penuh kegembiraan.
Melalui khutbah Jumat ini, umat Islam diajak untuk tidak hanya menjalani ibadah Ramadhan sebagai rutinitas, tetapi juga sebagai perjalanan spiritual yang penuh makna.
Baca juga: NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 27 Febuari 2026: Momentum Dahsyat Menghapus Dosa Seumur Hidup
Khutbah Pertama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
قال الله تعالى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Maasyiral muslimin rakhimakumullah!
Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang insya Allah selalu berada dalam naungan rahmat Allah SWT. Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah, takwa dalam arti menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta senantiasa bersyukur atas segala limpahan nikmat-Nya.
Hari ini, mari kita merenung sejenak tentang satu nikmat yang teramat besar setelah nikmat Iman dan Islam, yaitu nikmat “berjumpa Ramadan” nikmat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan.
Bayangkan, hadirin… berapa banyak orang yang tahun lalu masih shalat bersama kita, namun tahun ini telah mendahului kita menghadap Allah? Mereka tidak lagi bisa merasakan lezatnya ibadah di bulan suci ini.
Ibnu Jauzi rahimahullah pernah berkata: “Demi Allah, andai dikatakan kepada penghuni kubur: ‘Berharaplah kalian!’, niscaya mereka akan berharap diberikan satu hari saja di bulan Ramadan.”
Hadirin Jumat yang dirahmati Allah SWT.
Mengapa kita harus sangat bersyukur dan bergembira menyambut bulan ini? Ada sebuah kisah luar biasa dari Thalhah bin Ubaidillah tentang dua orang sahabat yang masuk Islam bersamaan. Yang satu mati syahid, sedangkan yang lainnya wafat setahun kemudian secara biasa. Dalam mimpinya, Thalhah melihat orang yang wafat belakangan justru masuk surga lebih dulu daripada sang syahid.
Rasulullah SAW menjelaskan rahasianya: “Bukankah orang ini hidup setahun lebih lama? Ia mendapati Ramadan, ia berpuasa, dan ia bersujud (shalat) sebanyak ini dan itu dalam setahun?” Maka jarak antara keduanya lebih jauh daripada langit dan bumi. (HR. Ibnu Majah).
Inilah bukti bahwa hidupnya kita sampai ke bulan Ramadan adalah sebuah “lompatan besar” untuk meraih derajat tertinggi di sisi Allah.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT.
Maka, apa kewajiban kita saat menyadari nikmat ini? Setidaknya ada dua hal utama:
Pertama: Al-Farh wal Istibsyar (Bergembira dan Berbahagia).
Mengapa kita tidak gembira, padahal di bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu? Mengapa tidak gembira, padahal setiap malam Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka? Rasulullah SAW bersabda: “Telah datang kepadamu Ramadan, bulan yang penuh berkah…” Beliau senantiasa memberi kabar gembira kepada para sahabatnya, maka begitulah seharusnya hati kita saat ini.
Kedua: Syukru Ni’matillah (Mensyukuri Nikmat Ramadan).
Allah berfirman di akhir ayat puasa:
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Syukuri nikmat ini dengan hati (niat yang tulus), dengan lisan (memperbanyak dzikir), dan dengan amal (bersungguh-sungguh dalam ibadah). Ingatlah Rasulullah SAW yang shalat malam hingga kaki beliau bengkak, dan saat ditanya mengapa, beliau menjawab: “Afala akuna abdan syakura?” (Tidakkah patut aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?).
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوةَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ… أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
Maasyiral muslimin rakhimakumullah!
Agar waktu Ramadan kita tidak terbuang percuma, maka kita harus memiliki “Rencana dan Persiapan”. Janganlah kita menjadi seperti orang yang masuk ke pasar tanpa membawa uang; ia hanya bisa menonton dan pulang dengan penyesalan.
Susunlah jadwal harian Anda:
Mulailah dari sahur yang diakhirkan untuk mengejar waktu istighfar di waktu sahur.
Jaga shalat berjamaah, terutama Isya dan Tarawih hingga selesai bersama Imam.
Alokasikan waktu khusus untuk tilawah Al-Qur’an setiap harinya.
Ya Allah, Ya Tuhan kami… Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Ya Allah, sampaikanlah usia kami ke bulan Ramadan dalam keadaan sehat, kuat, dan penuh iman.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang telah lalu. Tutupilah aib-aib kami. Bukakanlah lembaran baru yang bersih dalam hidup kami di bulan suci nanti.
Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada kami untuk istiqamah beribadah. Jangan biarkan waktu kami terbuang sia-sia untuk hal yang tidak Kau ridhai. Jadikanlah Ramadan tahun ini sebagai Ramadan terbaik dalam hidup kami, yang menjadi wasilah bagi kami untuk meraih surga-Mu.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.