Ratusan Bunga Tabebuya Berguguran, Jalanan Kota Masohi Berubah Bak Sakura Bermekaran
Ode Alfin Risanto March 03, 2026 12:52 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Pemandangan berbeda di jalanan Kota Masohi sepakan belakangan ini. Pasalnya ratusan pohon Tabebuya (Chrysotricha) sedang bermekaran bunga. 

‎Tabebuya ialah jenis tanaman dari negara Brasil termasuk jenis pohon umur panjang minim buah. 

‎Kebanyakan orang menyebutnya sebagai tanaman Sakura, karena bila berbunga mekarannya berguguran laiknya bunga sakura.

‎Kini jalanan kota dengan jumlah penduduk 36.570 jiwa (Data BPS) itu nampak dipenuhi bunga Tabebuya, baik ruas jalan utama maupun ruas jalan lingkungan. 

Baca juga: ‎ASN Pemda Malteng Dilarang Tik-Tok-an Live Streaming Saat Jam Kerja, Denda Pemotongan TPP

Baca juga: Penelitian IPB Ungkap Potensi Besar Sagu Pada 7 Kecamatan di SBT

‎Pantauan TribunAmbon, Selasa (3/3/2026) sekira pukul 10.20 WIT, ruas-ruas jalan di Kota Masohi yang ditanami tanaman ini nampak bermekaran. 

‎Bunganya berguguran penuhi sejumlah ruas trotoar hingga meluber ke badan jalan.

Pepohonan Tabebuya yang berbaris rapi di area trotoar berbunga dengan warna yang kian beragam.

‎Dilansir dari sejumlah sumber, Pemerintah Maluku Tengah menargetkan 3000 anakan pohon tabebuya tertanam di Kota Masohi pada 2018 silam.

Kecamatan Kota Masohi sendiri terletak di sebelah selatan Pulau Seram.

Luas wilayah Kecamatan Kota Masohi  adalah 37.3 Km⊃2;  terdiri dari 5 kelurahan dengan 83 Rukun Tangga (RT) dan tidak memilki Rukun Warga (RW).

‎Salah seorang warga Kota Masohi, Nia Wailissa (28) menuturkan, mekarnya bunga-bunga tersebut menambah keindahan di Kota Masohi

Ia juga menilai, penataan pohon cukup rapi menyejukkan pandangan mata.

‎"Iya kalau akang guru itu kelihatan bagus, dari warna bunganya juga cantik, pernah satu ketika pas lewat itu pagi-pagi bunga masih cantik-cantiknya jadi Beta stop dan foto akang," ujar Nia kepada TribunAmbon.



‎Namun Nia Wailissa berharap agar bunga yang berguguran dapat dibersihkan secara masif.

‎"Beberapa kali Beta lewat, bunga gugur sampe di badan di jalan, semoga bisa rutin dibersihkan begitu," harap Nia. 

‎Nia yang merupakan pegiat lingkungan itu telah mendiami Kota Masohi sejak 2010 silam. Ia menyampaikan, tanaman Tabebuya bukan hanya menambah estetika kota namun menambah ruang hijau di Kota Masohi.

 "Artinya sudah makin banyak ruang hijau di Kota Masohi," tutup Nia. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.