TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Razi seorang warga Pekanbaru mengaku sampai kini masih menunggu informasi soal kondisi jalan di Silaing, Padang Panjang Sumatera Barat.
Ia akan berencana mudik lebaran ke Padang menggunakan kendaraan roda empat, namun ragu soal tutup buka jalan.
Kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (3/3/2026) Razi mengatakan rencana mudik pada lebaran pertama.
Namun, informasi yang ia dapatkan ada tutup buka di Silaing karena akses yang belum lancar dan kendaraan yang padat.
"Ada informasi jalan buka tutup. Itu bisa jadi masalah. Karena bisa terkendala macet. Rencana ke Padang bisa lama di jalan," ungkapnya.
Menurut pemilik usaha Petshop di Jalan Parit Indah ini, padatnya kendaraan tentu saja berdampak pada akses jalan.
Apalagi jalan di bekas bencana banjir di Padang Panjang belum sepenuhnya lancar.
"Informasi terakhir saya terima masih belum lancar. Tapi ditunggu sampai akan mudik saja," terang Razi.
Karena kondisi jalan yang masih belum lancar, Razi mengatakan ia berencana akan berangkat habis makan sahur.
Rencananya itu menurutnya lebih baik karena jalan yang relatif sepi.
Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Padat, Dishub Riau Perketat Pengawasan Sopir dan Armada
"Cuma yang saya khawatirkan nanti arus balik. Biasanya di Simpang Empat Garuda Sakti sering macet. Nah, ini yang harus saya rencanakan. Bagaimana masuk Pekanbaru gak saat jam sibuk," pungkasnya.
Sejumlah kendaraan seperti truk Fuso tampak melintas dengan kecepatan sedang di ruang Jalan Lintas Timur km 19 Kulim, Sabtu (28/2/2206). Kendaraan ini mengarah ke sisi Provinsi Jambi memanfaatkan jalur lintas tersebut.
Dari pantauan Tribunpekanbaru.com, jalur ini belum tampak begitu signifikan kendaraan berat atau berukuran besar melintas.
Sesekali memang terlihat baik yang mengarah ke Pekanbaru maupun sebaliknya. Kendaraan berat ini masih berselisih dengan kendaraan kecil lainnya yang juga melakukan perjalan.
Dari aktifitas masyarakat di sekitar kilometer 19 lintas timur ini juga tidak tampak begitu antusias. Karena jalur ini memang lebih konsen pada jalur jalan yang minim pemukiman
Jalan lintas timur ini menjadi salah satu jalur penting penghubung Riau dengan provinsi lainnya. Terkait adanya pembatasan truk besar jelang lebaran, belum tampak begitu ramai.
Salah seorang warga yang ditemui pada sebuah kedai mengatakan bahwa aktifitas lalu lintas kendaraan masih biasa saja.
Memang ada sedikit ramai oleh kendaraan besar, namun masih dalam kondisi normal saja.
Seperti diketahui, jalur Lintas Timur (Jalintim) Sumatera yang melewati wilayah Riau merupakan bagian dari rute utama yang menghubungkan Riau secara langsung dengan dua provinsi tetangganya.
Provinsi Sumatera Utara (ke arah Utara)
Dari Riau (wilayah Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir), Jalintim akan membawa Anda masuk ke wilayah Sumatera Utara menuju arah Medan.
Kota-kota pertama yang ditemui setelah perbatasan adalah daerah Labuhanbatu (Cikampak dan Pinang Awan).
Provinsi Jambi (ke arah Selatan)
Dari Riau (wilayah Selensen/Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir), Jalintim akan langsung terhubung ke wilayah Jambi.
Kota pertama yang ditemui setelah perbatasan adalah wilayah Merlung menuju ke Kota Jambi.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)