Sempat Optimis, Bagnaia Kebingungan Lagi Dengan Performa Ducati GP26
Mohammad Nurul Hidayah March 03, 2026 02:33 PM

DUCATI LENOVO
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, pada balapan MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (1/3/2026).

GridOto.com - Pembalap tim pabrikan Ducati MotoGP yakni Francesco Bagnaia, mengalami kesulitan di seri pembuka MotoGP 2026 yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand.

Sejak sesi perdana di hari Jumat, Bagnaia sudah mulai kesulitan untuk mendapat kecepatan optimal bersama Desmosedici GP26.

Kesulitan ini bahkan membuat Pecco tidak lolos ke sesi kualifikasi 2 dan harus puas start dari posisi 13 saat balapan.

Kemunduran dalam hal performa ini membuat pembalap asal Italia merasa bingung.

Pasalnya, Pecco sangat optimis bisa tampil kencang bersama GP26 setelah mendapatkan feeling terbaiknya pada sesi tes pramusim.

"Setelah uji coba di tes pramusim, saya akan mengatakan mustahil untuk mendapatkan hasil seperti ini. Kami sangat cepat, dengan kecepatan luar biasa bahkan dengan ban yang sudah sangat aus," ujar Pecco dikutip dari Marca.

"Kemudian, selama akhir pekan saya menyadari perbedaan kondisi dan tidak dapat beradaptasi," ungkapnya.

Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (depan), dan Jorge Martin (Aprilia Racing) dalam latihan start pada tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (22/2/2026).
MOTOGP.COM
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (depan), dan Jorge Martin (Aprilia Racing) dalam latihan start pada tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (22/2/2026).

Juara dunia 3 kali ini juga menjelaskan apa yang menjadi kesulitannya di seri pertama MotoGP Thailand.

Menurut Bagnaia, dirinya merasa kesulitan mendapatkan cengkraman yang optimal pada ban motornya.

Hal itu yang membuat Pecco sulit mendapatkan kecepatan maksimal Ketika balap.

"Saya mencoba banyak mengatur ban, tetapi saya tidak pernah benar-benar bisa memacu motor," kesal Pecco.

"Saat balap hanya delapan lap tersisa, ban motor mulai berputar (spin) bahkan di lintasan lurus. Itu sangat aneh dan saya kehilangan beberapa posisi," curhat Pecco.

"Di beberapa lap terakhir, bahkan saya ban terus mengalami spin dan tergelincir hingga mencapai gigi kelima," tutupnya.

Dengan apa yang dialaminya, Bagnaia sendiri kesulitan untuk bersaing dengan pembalap yang berada di rombongan depan untuk memperebutkan podium.

Bagnaia hanya berhasil finish di posisi 9 untuk Sprint Race, dan juga di Race Utama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.