TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Setelah meraih Swasti Saba Padapa pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat ( KKS ) 2025, Pemkab Tana Tidung melalui Dinkes Tana Tidung mulai menyiapkan langkah evaluasi menuju penilaian berikutnya pada 2027.
Kabid Kesmas Dinkes Tana Tidung, Ranik Diastuti, mengatakan mekanisme penilaian sejak 2025 mengalami perubahan signifikan.
“Mulai 2025 itu bukan lagi nilai rata-rata keseluruhan. Jadi setiap tatanan harus memenuhi nilai minimal. Kalau mau Padapa minimal 71 persen tiap tatanan. Kalau mau Wiwerda minimal 81 persen,” jelasnya.
Ia mencontohkan, meskipun nilai rata-rata tinggi, namun jika ada satu tatanan di bawah ambang batas, maka tidak bisa naik tingkat.
Baca juga: Bulungan Satu-satunya Peraih Predikat Kabupaten Sehat 2023 di Kaltara
“Misalnya rata-rata kita 85 persen, tapi ada satu tatanan nilainya 79 persen, tetap tidak bisa masuk Wiwerda,” katanya.
Dari hasil self-assessment atau penilaian mandiri yang dilakukan tim kabupaten, beberapa tatanan masih perlu didorong.
“Yang nilai terendah kemarin di tatanan pasar sekitar 76,92 persen. Pendidikan serta perkantoran dan perindustrian juga sekitar 77 persen,” ungkapnya.
Sementara yang sudah di atas 80 persen antara lain tatanan sosial, lalu lintas, dan permukiman (perkim), meski menurutnya tetap membutuhkan penguatan, khususnya pada aspek infrastruktur dan pengelolaan sampah.
Ia mengakui, tidak semua indikator bisa dipenuhi dalam waktu singkat.
Baca juga: Dapat Penghargaan Sejak 2017, Bulungan Kembali Targetkan Raih Predikat Kabupaten Sehat Tahun ini
“Contoh di pasar harus ada IPAL, itu kan tidak bisa langsung selesai dalam waktu cepat. Jadi kita juga rasional, mana yang bisa kita kejar dulu,” ujarnya.
Beberapa langkah yang dinilai realistis untuk didorong antara lain pemenuhan zona selamat sekolah seperti zebra cross dan rambu, serta jalur sepeda yang sebelumnya telah dibantu Dinas Perhubungan.
Untuk 2026, pihaknya berencana kembali menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna memetakan prioritas peningkatan nilai di sembilan tatanan.
“Kita tetap fokus ke sembilan tatanan, tapi tentu kita lihat mana yang secara rasional bisa kita dongkrak. Mudah-mudahan 2027 kita bisa ikut lagi dan meningkat, dari Padapa ke Wiwerda, bahkan kalau bisa Wistara,” harapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan KKS bukan semata tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan kerja kolektif lintas sektor.
“Ini bukan kerja Dinkes Tana Tidung saja. Sembilan tatanan itu melibatkan banyak pihak. Jadi kuncinya tetap kolaborasi dan komitmen bersama,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti