Anwar Satibi Disebut Belum Pernah Datang ke Makam Nizam, Tapi Sering Posting Rindu Anak di Medsos
Talitha Daren March 03, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Fakta baru terungkap dalam kasus kematian Nizam Syafei yang menggemparkan publik. Ayah kandungnya, Anwar Satibi, disebut turut melakukan kekerasan terhadap korban semasa hidup.

Informasi tersebut disampaikan Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi III DPR pada Senin (2/3/2026).

Diyah mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap Nizam tidak hanya dilakukan oleh ibu tiri, tetapi juga oleh ayah kandungnya.

Berdasarkan hasil pengawasan langsung yang dilakukan KPAI pada 25 Februari ke wilayah Jampang Kulon dan Polres Sukabumi, terungkap adanya dugaan penyiksaan yang berlangsung cukup lama.

Tim KPAI juga bertemu dengan keluarga besar, termasuk uwa Nizam yang disebut sangat dekat dengan korban.

Bahkan, Nizam dimakamkan di dekat rumah kerabat tersebut.

Dari keterangan keluarga dan tetangga, terungkap bahwa aksi kekerasan berupa pemukulan dan penamparan diduga telah terjadi sejak Nizam masih duduk di bangku sekolah dasar.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban mengalami kekerasan berulang dalam jangka waktu panjang sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Tetangga Bongkar Kejamnya Anwar Satibi, 4 Tahun Aniaya Nizam, Marah Diingatkan, Tak Pernah ke Makam

Tetangga Pernah Mengingatkan Anwar Satibi

"Itu sudah terjadi terutama lebih intens empat tahun terakhir. Berarti dari usia 9 tahun," tutur Diyah.

Menurut Diyah, tetangga dan keluarga pun mengaku sudah pernah mencoba mengingatkan Anwar.

"Keluarga besar mengatakan mengingatkan, tapi jawaban dari ayah 'itu anak saya, itu urusan saya'," kata dia.

Oleh ayahnya, Nizam kerap dipukul dan ditampar.

"Bentuk kekerasannya dipukul, ditampar," ucapnya.

Kekerasan sang sama juga dilakukan oleh sang ibu tiri.

"Setelah itu beberapa kali ibu tiri melakukan kekerasan, diingatkan oleh keluarga besar, alasannya sama, bahwa 'itu anak saya jadi itu urusan saya'," katanya lagi.

Hal itu kata Diyah, membuat tetangga dan keluarga besar berhenti mengingatkan Anwar.

"Setelah demikian maka tetangga dan keluarga besar tidak ada yang berani mengingatkan kembali," ucap Diyah.

Baca juga: Gelagat Aneh Anwar Satibi, Telat Bawa Anak Sakit ke RS Karena Bangun Kesiangan, Chat WA Terbongkar

ANAK DISIKSA IBU TIRI - Anwar Satibi (KIRI), NS yang disiksa ibu tiri (KANAN), dan ibu tiri (TENGAH)
ANAK DISIKSA IBU TIRI - Anwar Satibi (KIRI), NS yang disiksa ibu tiri (KANAN), dan ibu tiri (TENGAH) (TribunnewsBogor.com)

Anwar Satibi Belum Pernah ke Makam Nizam

Sering mengaku rindu pada anaknya dan diposting di sosial media, Anwar Satibi rupanya belum pernah menginjak makam Nizam.

Ia tidak mengantarkan anaknya ke tempat peristirahatan terakhir apalagi berziarah.

"Kemudian kami mendapatkan fakta bahwa sampai tanggal 25 Februari, ketika kami ke makam ananda, ayah kandung belum pernah ke makam sama sekali," ucapnya.

Menanggapi laporan ibu kandung Nizam dan RDPU itu, Anwar Satibi pun tampaknya mulai khawatir.

Ia menggandeng penasihat hukum untuk menanggapi laporan dari mantan istrinya.

Anwar memposting foto dirinya sedang duduk di sebuah ruangan bersama pria berpakaian batik.

"Lagi Siraturahmi dan diskusi di kantor HUKUM BAHARI Jakarta," tulisnya di Facebook.

Pada foto selanjutnya, Anwar tampak berpose di meja kerja pria tersebut.

Baca juga: Kesaksian Tetangga yang Kerap Dengar Anwar Satibi Bertengkar dengan Istri, Tak Berani Melapor

ANAK TEWAS DI SUKABUMI - Ayah NS, Anwar Satibi (KIRI). NS korban tewas (KANAN).
ANAK TEWAS DI SUKABUMI - Ayah NS, Anwar Satibi (KIRI). NS korban tewas (KANAN). (Tribunnews Bogor)

Anwar Satibi Gandeng Pengacara

Menurut Anwar, kedatangannya itu dalam rangka diskusi bersama penasihat hukum.

"Lagi diskusi sama penasihat HUKUM. Atas laporan mantan istri. dan Menanggapi RDP di komisi 3 DPR RI," tulis Anwar.

Tak hanya itu, Anwar juga menjelaskan soal Waberto yang diduga geng motor.

Anwar disebut-sebut sebagai anggota dari geng motor itu.

Namun ia menegaskan kalau Waberto bukan geng, hanya sebuah komunitas.

"WABERTO BUKAN GENG MOTOR. Tapi KOMUNITAS anak anak pecinta seni tattoo.

Dan saya di situ sebagai pembina.

Alasan saya di WABERTO jadi pembina justru agar menjadikan mereke menjadi lebih positive insya allah," tulisnya.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.