Prabowo Ingin Jadi Mediator Iran & Amerika, Felix Siauw Beri Saran: Kirimkan Wapres Kita ke Sana
Febriana Nur Insani March 03, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesediaannya pergi ke Teheran untuk mencoba meredakan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat, menyusul serangan udara Sabtu, 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Meskipun langkah diplomatik ini diharapkan bisa menciptakan kondisi yang lebih aman, banyak pakar meragukan efektivitasnya.

Mantan Duta Besar untuk Iran, Dian Wirengjurit menilai Iran kemungkinan tidak sepenuhnya menerima Indonesia sebagai mediator karena posisi Indonesia yang telah bergabung dengan Board of Peace (BoP).

Serangan tersebut membawa dampak yang cukup serius, pasalnya, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Hal itu diumumkan sendiri oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui unggahan di Instagramnya.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal. 

Ini bukan hanya keadilan untuk rakyat Iran, tetapi untuk semua rakyat Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau disiksa oleh Khamenei dan gengnya yang kejam," papar Trump.

Selain Khamenei, laporan yang beredar menyebutkan bahwa putri, menantu, hingga cucunya juga tidak selamat.

Tubuh Khamenei ditemukan di antara puing-puing bangunan yang hancur, diduga akibat terkena pecahan proyektil saat serangan berlangsung.

Tragedi ini tidak hanya mengguncang struktur kepemimpinan Iran, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas serta jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

(TribunTrends.com/Febriana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.