Kepala LLDIKTI Wilayah XV Tekankan Pentingnya Pengembangan Generasi Muda 
Gordy Donovan March 03, 2026 02:44 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Tribun Flores menghadirkan Bali Nusra Education Fair 2026 di Aula Kherubim, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa (3/3/2026) hingga Rabu (4/3/2026).

Pembukaan kegiatan pada Selasa (3/3/2026) berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, sejumlah pimpinan OPD, serta para rektor dari berbagai universitas di daratan Flores dan Bali, baik yang hadir secara langsung maupun daring.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, yang ikut memberikan sambutan melalui daring menegaskan pentingnya pengembangan generasi muda yang berdaya saing guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Bali Nusra Education Fair 2026 di Maumere, Buka Akses Informasi Pendidikan Tinggi bagi Pelajar

Kualitas Generasi

Menurutnya, peningkatan kompetensi dan kualitas diri generasi muda harus terus dijaga dan dikawal agar mampu membuka peluang karier yang lebih baik di masa depan.

“Hal yang sangat penting dalam pengembangan generasi muda adalah memastikan mereka memiliki bekal kompetensi yang berdaya saing serta kualitas diri yang mumpuni untuk mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045 dan seterusnya,"ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan yang digelar tersebut menjadi advokasi pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. 

Pendidikan tinggi tidak hanya memperluas relasi dan wawasan, tetapi juga meningkatkan kemampuan profesional dan akademik mahasiswa.

"Kuliah akan membekali calon mahasiswa dengan pengetahuan spesifik dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja maupun dunia usaha. Ini tentu berpotensi menghasilkan peluang karier dan usaha yang lebih baik, termasuk peningkatan pendapatan,"jelasnya.

Selain itu, masa perkuliahan juga menjadi wadah pembentukan karakter dan peningkatan soft skills. 

Mahasiswa akan diasah melalui berbagai aktivitas yang menantang, seperti public speaking, manajemen waktu, kemampuan negosiasi, bersosialisasi, hingga pemecahan masalah berbasis inovasi.

“Tujuannya adalah menanamkan nilai moral dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas perkuliahan,”tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Adrianus Amheka juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perguruan tinggi di wilayah Flores dan Bali yang telah mendukung pelaksanaan Bali Nusra Education Fair 2026 di Kota Maumere. 

Tak hanya menghadirkan pameran pendidikan, Bali Nusra Education Fair 2026 di Maumere juga dimeriahkan dengan English Speech Competition yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Maumere.

Kompetisi ini menghadirkan dua juri, yakni native speaker asal Kanada, Tayson Burnet, yang merupakan mantan produser salah satu stasiun televisi di Kanada, serta Petrus Poling Wairmahing, Asisten II Setda Sikka.

Dalam lomba tersebut, terdapat lima aspek penilaian, yakni grammar, pronunciation, content dan team delivering, confidence, serta performance. 

Kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbahasa Inggris para pelajar di Kabupaten Sikka.

Pada akhir sambutannya, Margareta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Harapannya apa yang kita kerjakan hari ini bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian Bali Nusra Education Fair 2026 juga disiarkan secara live streaming melalui empat media jejaring Tribun Network, yakni Tribun Flores, Tribun Bali, Tribun Mataram, dan Pos Kupang, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Adapun tema yang diangkat dalam kompetisi ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yakni: 

1. Memutus Rantai: Mengakhiri Perdagangan Orang di NTT.

2.Literasi dan Warisan: Memberdayakan Migran Melalui Pendidikan, 

3. Menuai Harapan di Kampung Halaman: Menciptakan Peluang di NTT.

Ada 31 peserta yang siap berkompetisi pada ajang tersebut dari 10 sekolah menengah atas di Flores.

Adapun sekolah-sekolah yang terlibat diantaranya:

1. SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka
2. SMAS Katolik Frater Maumere
3. SMA Negeri 1 Maumere
4. SMA Negeri 2 Maumere
5. SMK Negeri 3 Maumere
6. SMA Negeri 1 Nita
7. SMAS Katolik St. Jhon Paul II Maumere. 
8. SMAS Katolik St. Gabriel Maumere
9. SMA Agama Katolik St. Maria Monte Carmelo Maumere
10. SMAS Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere

Kegiatan ini dukung oleh: 

1. Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa
2. Universitas Nusa Nipa Maumere
3. Universitas Bali Internasional
4. Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
5. Sekolah Tinggi Kesehatan St Elisabeth Keuskupan Maumere
6. Politeknik Cristo Re Maumere
7. Universitas Muhammadiyah Maumere
8. Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng

Kegiatan ini disponsori oleh:

1. KSP Kopdit Obor Mas Maumere
2. Kredi One
3. Telkomsel Maumere
4. BNI Maumere
5. Suzuki Maumere
6. Servvo
7. Adira Finance Maumere
8. EDSA Catering
9. Gramedia Maumere
10. Ketua DPRD Sikka
11. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere
12. Ewiti (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.