2 Calon Pengganti jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Irak dan Uni Emirates Arab Menunggu Nasib
Dwi Setiawan March 03, 2026 02:48 PM

TRIBUNNEWS.COM - Spekulasi kemungkinan mundurnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 memunculkan efek domino di sepak bola Asia.

Meski belum ada keputusan resmi dari FIFA, berbagai skenario mulai dibahas, termasuk siapa yang berpeluang menggantikan Iran jika benar-benar batal tampil di Piala Dunia 2026.

Spekulasi ini muncul setelah meningkatkan eskalasi konflik antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel di wilayah Timur Tengah.

Berawal dari serangan yang dilancarkan Amerika Serikat, Iran lantas membalas dengan membordir pangkalan militer mereka di sejumlah negara teluk.

Iran juga melancarkan serangan ke negara zionis Israel yang mengakibatkan porak poranda sejumlah infrastruktur di negara penjajah tersebut.

Peningkatan serangan ini lantas merembet ke masalah sepak bola, di mana Timnas Iran berpotensi batal tampil di Piala Dunia 2026.

Iran saat ini telah lolos bersama 41 negara lain yang telah memastikan tiket. Team Melli tergabung dengan Mesir, Belgia dan Selandia Baru di Grup G.

Namun meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di kawasan, ditambah potensi kendala visa untuk bertanding di Amerika Serikat, membuat isu ini terus menguat.

Baca juga: FIFA Pernah Copot Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia, Amerika Serikat Harus Hati-hati

Irak Berpeluang Lolos Otomatis

Jika Iran mundur, nama pertama yang disebut sebagai kandidat pengganti adalah Timnas Irak, seperti dilansir Al Aawsat.

Saat ini, Irak sebenarnya masih berpeluang lolos lewat jalur play off antarkonfederasi. Mereka sebagai tim unggulan di play off, akan melawan antara Bolivia atau Suriname.

Namun jika Iran mundur, Irak berpotensi langsung menggantikan posisi Iran di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Artinya, Irak bisa lolos otomatis ke putaran final tanpa harus menjalani playoff antar benua yang sebelumnya sudah dijadwalkan. 

Situasi ini tentu menjadi peluang emas bagi Irak untuk tampil di panggung terbesar sepak bola dunia tanpa melalui jalur tambahan yang berat.

Namun, tantangan teknis dan logistik tetap menjadi hambatan. Jadwal playoff akan digelar akhir bulan ini, sudah semakin dekat. Perubahan mendadak bisa memicu polemik soal keadilan kompetisi.

Penyerang Irak Mohanad Ali (10) merayakan bersama rekan setimnya gelandang Zidane Iqbal (11) setelah mencetak gol pertama timnya pada pertandingan sepak bola Grup D Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Indonesia dan Irak di Stadion Ahmad bin Ali di Al-Rayyan, sebelah barat Doha. Senin (15 Januari 2024). (KARIM JAAFAR / AFP)
SELEBRASI - Penyerang Irak Mohanad Ali (10) merayakan bersama rekan setimnya gelandang Zidane Iqbal (11) setelah mencetak gol pertama timnya pada pertandingan sepak bola Grup D Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Indonesia dan Irak di Stadion Ahmad bin Ali di Al-Rayyan, sebelah barat Doha. Senin (15 Januari 2024). (KARIM JAAFAR / AFP) (AFP/KARIM JAAFAR)

Uni Emirat Arab Siap Ambil Tempat di Playoff

Sementara itu, Timnas United Arab Emirates (UEA) berpeluang jadi tim yang akan terdampak langsung jika Irak naik otomatis ke putaran final. 

Dalam skenario tersebut, Uni Emirat Arab akan mengambil slot Irak di laga playoff antarbenua akhir bulan ini.

Posisinya cukup menguntungkan karena Irak jadi unggulan, hanya main dan jika menang maka akan langsung lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

UEA sebelumnya gagal melangkah ke play off antar benua setelah kalah dari Irak di putaran keempat dengan agregat 3-2.

Baca juga: Jika Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026, FIFA Bisa Tunjuk Tim Pengganti

Masalah Tak Hanya Soal Regulasi

Persoalan ini bukan sekadar teknis pergantian tim. Iran sebelumnya dijadwalkan memainkan seluruh laga grup di Amerika Serikat, tepatnya di Los Angeles dan Seattle. 

Dengan situasi geopolitik yang memanas, muncul pertanyaan besar: apakah Iran bersedia bermain di wilayah AS, dan apakah otoritas setempat akan mengeluarkan visa bagi delegasi mereka?

Alternatif memindahkan laga Iran ke Kanada atau Meksiko memang sempat dibicarakan. Namun opsi tersebut dinilai rumit dari sisi jadwal, hak siar, hingga distribusi suporter.

FIFA Masih Menunggu

Hingga saat ini, FIFA belum mengambil keputusan apa pun dan menyebut seluruh kabar masih sebatas spekulasi. 

Namun waktu terus berjalan, sementara playoff antarkonfederasi dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, pada akhir Maret ini.

Jika Iran benar-benar mundur, Irak dan Uni Emirat Arab menjadi dua nama terdepan yang akan merasakan dampaknya. 

Satu berpeluang mencetak sejarah lewat tiket otomatis, yakni Irak, sementara yang lain harus berjuang lewat jalur playoff, Iran.

Piala Dunia 2026 pun terancam menjadi salah satu edisi paling kompleks dalam sejarah, bukan karena persaingan di lapangan, melainkan akibat dinamika politik di luar sepak bola.

Bisa Kosong

Keputusan soal tim pengganti ini sangat bergantung pada pengambilan keputusan oleh Federasi Sepak Bola Iran.

Jika keputusan mundur dari Piala Dunia 2026 dilakukan dalam waktu dekat, FIFA kemungkinan besar akan menunjuk satu tim pengganti seperti yang dijelaskan di atas.

Namun, jika keputusan batal tampil di Piala Dunia 2026 dilakukan sangat dekat dengan dimulainya gelaran pada 11 Juni 2026, FIFA bisa membiarkan slot Iran kosong begitu saja.

Dengan demikian, lawan-lawannya di Grup G akan dinyatakan menang melalui walkover.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.