TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Ho Marinka, dikenal sebagai Tangsin tertua di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), kembali tampil dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh di kawasan Kampung Cina, Manado, Selasa (3/3/2026) siang.
Ho Marinka merupakan tangsin dari klenteng TITD Hok Tek Cin Sin yang berlokasi di Jalan Manguni 1 Nomor 22, Paal IV, Kecamatan Tikala, Kota Manado.
Di usianya yang telah menginjak 70-an tahun, ia hingga kini masih tercatat sebagai tangsin tertua yang aktif di Manado.
Tangsin adalah sebutan bagi medium spiritual dalam tradisi Tridharma (Tao, Buddha, dan Konghucu) yang dipercaya menjadi perantara antara manusia dan roh suci atau dewa.
Dalam ritual tertentu, seorang tangsin akan mengalami kondisi trance atau kerasukan roh suci, lalu menjalankan prosesi keagamaan seperti pemberkatan, doa keselamatan dan lainnya.
Biasanya tangsin mengenakan pakaian khusus dengan atribut simbolik dan didampingi para pengawal saat prosesi berlangsung.
Tradisi tangsin kerap tampil dalam perayaan besar seperti Cap Go Meh, terutama di kawasan pecinan, sebagai bagian dari rangkaian ritual sakral umat Tionghoa.
Pantauan langsung di lokasi, Ho Marinka sudah berada di area perayaan sejak siang hari.
Ia tampak telah mengenakan pakaian khusus tangsin dan berada dalam kondisi kerasukan roh suci.
Dengan pengawalan sejumlah pengiring, Ho Marinka terlihat berjalan kaki menyusuri kawasan Kampung Cina.
Ia mengunjungi beberapa rumah warga sebagai bagian dari ritual keagamaan.
Meski cuaca terik menyengat, prosesi tetap berlangsung khidmat.
Ia juga mengunjungi sejumlah Klenteng di area kampung cina.
Kehadiran Ho Marinka menarik perhatian umat dan warga sekitar.
Mengingat sosoknya yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai tangsin dalam tradisi Tridharma di Manado.
(TribunManado.co.id/Pet)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK